Kuliah Perdana ku. .
(Part#7)
“ say, berangkat yuk. .takut telat,’’ ujar sinta yang sudah siap berangkat kekampus.
“ ya tunggu, kita mulai jam berapa ya?,’’ tanya ku yang repot berdandan.
“ jam sembilan tepat,’’ jawab sinta. Setelah selesai kami pun berangkat. Mama sudah pergi kekantor jadi aku dan sinta hanya pamit sama mbok minah dan pak usman saja. Akhirnya aku putuskan untuk berangkat naik taksi karena mobil mama pakai. Setelah berapa lama. .
“ kaniaa!!,’’ panggil zahra yang sudah tiba. Aku dan sinta menuju kearah zahra.
“ kita langsung ke aula yuk pasti udah mulai deh,’’ ajak sinta. Galang mana ya? Fikirku sambil menoleh kesana kemari.
“ nyari galang loe ya?,’’ tanya sinta membuatku kaget.
“ ih,gak kok. Siapa juga yang nyari dia. Gue cari. .cari desta!! Ya desta, hehe,’’ jawabku berbohong.
“ bisa aja loe,’’ kata sinta menjitak kepalaku.
Kuliah pun dimulai dengan pembukaan dari para dosen. Aku merasa bosan. Kulihat sinta dan zahra tertunduk. .ah,paling-paling dia tidur. .fikirku. saat ku menoleh kebelakang ternyata ada farah dan teman-temannya. Tatapannya sinis,tentunya kulangsung membuang muka. Apa yang bakal terjadi ya sama gue dikampus ini??fikirku. .
Setelah cukup lama dosenpun menutup acara pembukaan itu. Ku tertawa geli melihat sinta dan zahra yang tertidur pulas.
“ hahaha. .woii!! tidur terus loe kerjaannya!!,’’ teriakku sambil menepuk pundak sinta dan zahra. Mereka kaget dan wajahnya lucu sekali. .hihihi JJ
“ kania!! Sebel deh gue. Kenapa sih ngagetin gitu,’’ ujar sinta cemberut.
“ eh,loe liat sendiri deh,’’ ujar ku menahan tawa. Sinta dan zahra kaget ketika melihat aula sudahsepi.
“ u. .udah selesai ni?,’’ tanya zahra bingung.
“ ya udahlah,makanya jangan tidur terus loe, cabut yuk,’’ ujar ku merangkul sinta dan zahra.
“ mau kemana ni kita?,’’ tanya sinta.
“ emm. .gimana kalo ke mall?,’’ usulku. Sinta dan zahra mengangguk senang. Namun sepertinya acara ke mall gagal. .
“ hai ra. .mau kemana nih?,’’ tanya dika saat berpapasan dengan kami. Aku dan sinta menyenggol-nyenggol zahra sambil tertawa meledek. Zahra hanya tersipu malu. Begitulah zahra,dia sangat pemalu tapi baik dan setia kawan.
“gu. .gue mau ke mall. Kenapa?,’’ jawab zahra gugup.
“ yah,baru aja gue mau ajak loe jalan ra,tapi..,’’ belum selesai dika bicara sudah kupotong duluan.
“ eh,udah jalan aja dik, gue sama sinta aja kok, ya kan ta,’’ ledekku.
“ ya,udah sana jalan. Gue sama kani..eh,bentar ya ada telfon,’’ sinta langsung menjauh sebentar.
“ bener ni gak apa-apa?,’’ tanya zahra. Ku hanya tersenyum dan menganggukan kepala. Dika dan zahra pun akhirnya jalan.
“ kania,sorry. .,’’ ujar sinta buatku binggung.
“sorry? sorry kenapa ta? Emangnya tadi siapa yang telfon?,’’
“ tadi raihan yang telfon. .,’’
“ ya, terus kenapa?,’’ tanyaku makin binggung.
“ di. .dia. .dia. .ngajakin gue jalan. sorry ni. .,’’ ujar sinta memelas. Huh. .sendirian deh gue..fikirku.
“ ya ampun,gue kira kenapa. Ya udah jalan sana. Gak apa-apa kok,’’ jawabku sedikit kecewa,tapi biarlah. Aku kasian dengan sinta. Sudah lama dia tak punya pacar. Siapa tau dengan dia dekat sama raihan buat dia jadi bahagia.
“ terus loe?,’’ tanya sinta tak enak.
“ gue? Ya,gue balik aja ta. Tenang aja. Have fun ya,’’ jawabku santa sambil menepuk pundak sinta dan pergi. Sinta pun melambaikan tangan dan segera pergi bertemu raihan.
Huh. .emang nasib. .gue sendiri lagi deh. Eh,raihan kan temennya galang. Berarti galang juga udah balik dong. Tapi,ngapain gue mikirin dia ya..bisikku dalam hati. Namun saat ku mau turun tangga ada yang memanggilku. .
“ kania !!,’’ kata seseorang sambil melambaikan tangan. Ku menatapnya heran. Siapa ya? Fikirku.
“ sorry, loe siapa ya? Kok kenal gue?,’’ tanyaku.
“ oh ya,kenalin, gue restu. Temen satu jurusan. Gue sering liat loe waktu ospek. Loe yang sering dikerjain itu kan?,’’ ujar restu mengulurkan tangan tanda perkenalan.
“ oh, restu. Jangan bilang gitu ah. Gue jadi gak enak kalo orang kenal gue gara-gara gue dikerjain. .haha. kenapa ya?,’’ tanya ku.
“ loe sendiri aja? Temen-temen loe kemana? Bareng ya ke depannya,’’ ujar restu. Kami segera pergi keluar. ada barengan juga gue kedepan. .bisikku dalam hati.
“ sinta sama zahra jalan duluan. Biasa ada gebetan,’’ candaku.
“ kok,loe ditinggal sih,kasian dong. Bareng gue aja baliknya. Mau?,’’
“ ah, gak usah. Gue sendiri aja. Gue juga ada perlu kok. Thank’s deh buat tawarannya,’’ jawabku menolak secara halus. Tak semudah itu aku mau pulang bareng. Apalagi baru kenal.
“ bener nih? Ya udah gak apa-apa. Mungkin lain kali loe mau bareng sama gue, gue cabut ya,’’ ujar restu langsung pergi keparkiran. Akupun berjalan keluar kampus menunggu taksi yang lewat. Cuaca kurang mendukung panas berubah jadi mendung. Tapi. .
Crraatt!!, sebuah mobil melaju kencang dan sepertinya sengaja membuatku terciprat genangan air yang cukup kotor. .
“ SHITT!! Kerjaan siapa nih..!!,’’ keluhku. Ketika mobil itu membuka kaca.
“ haha. .kasian banget sih loe. Kotor deh bajunya. .haha,’’ ledek farah bersama teman-temannya.
“ oh, ternyata loe!! Puas loe ya buat gue malu!! Awas loe pembalasan gue!! Sial!!,, teriakku sambil mengumpat mobilnya yang pergi begitu saja. Ah,sial banget gue. .mana taksi gak ada yang lewat. .gimana nih gue. .keluhku dalam hati. Namun tiba-tiba ada mobil yang berhenti tepat didepanku. Siapa lagi nih..
“ ayo naik!! Cepetan,’’ ujar nya membuka kaca mobil. Galang?? Dia udah kayak hantu. Tapi sekaligus jadi malaikat penolong gue. Dimanapun gue susah, dia selalu ada. Apa dia ngikutin gue? Fikirku. .
“ heh, cepetan naik!! Lama banget,gue tinggal nih!!,’’ bentak galang. Aku hanya menurut dan masuk kemobilnya. . “ malang banget sih nasib loe. Kenapa sih pada jahat sama loe?,’’ tanya galang ketus.
“ menghina gue loe. .gue juga gak ngerti kenapa semuanya benci sama gue. Termasuk loe!!,’’ ujarku sambil menunjuk galang. Ku coba membersihkan bajuku dengan tisu.
“ loe selalu ngerepotin gue tau. Loe sekarang ikut gue,’’ ujar galang yang jutek.
“ ikut kemana?,’’ tanyaku heran.
“ jangan bawel,’’ ketus galang. Nyebelin banget sih, ngajak gue jalan saat baju gue kotor gini. Mau buat gue malu ya. .keluhku dalam hati. Mobilpun terus melaju. Aku melihat keluar mencoba mengenali jalan yang dilalui. Namun biarlah,Aku percaya galang tak akan macam-macam denganku. Sesekali ku menengok kearah galang. Serius banget nih orang, gak pernah senyum sedikitpun. .fikirku. setelah berapa lama kamipun sampai di parkiran salah satu mall daerah bekasi.
“ eh,loe gila ya ngajak gue kesini!! Loe liat baju gue dong!!,’’ keluhku kesal.
“ loe bawel ya. Justru gue ngajak loe kesini mau beli baju buat loe!!, nih,loe tutupin baju loe pake sweater gue,’’ ujar galang melempar sweaternya. Aku terdiam,tak menyangka orang yang jutek seperti ini baik sekali padaku. Ku coba tutupi bagian yang kotor dengan switer. Setelah tak terlihat aku dan galang keluar. sepanjang jalan aku sibuk menutupi bajuku yang kotor. Banyak sekali yang memperhatikanku.
“ loe bisa diem gak sih!,’’ ujar galang.
“ ya,tapi pelan-pelan dong jalannya. Ribet nih gue,’’ keluhku cemberut. Tak berapa lama kami mampir disebuah toko pakaian. Galang menyuruhku memilih baju. tapi dia juga menyuruhku untuk memilih gaun. Entah untuk apa, aku hanya menuruti kata-katanya.
“ cepetan deh loe pilih gaun yang bagus. Nanti gue yang nilai gaunnya cocok apa gak buat loe,’’
“ ok,’’ ujarku masuk kedalam ruang ganti. Setelah mencoba aku coba keluar dan bertanya apa bajunya cocok. Tapi galang menggelengkan kepala,aku ganti lagi sampai beberapa kali dan akhirnya ada gaun yang bagus,aku suka sekali dengan gaunnya. Setelah membayar galang mengajakku ke tempat makan. Kamipun makan disana.
“ loe tau kenapa gue nyuruh loe beli gaun?,’’ ujar galang.
“ gak,” jawabku singkat sambil meminum milkshake.
“ gue mau ngajak loe ke pestanya stefany nanti malam,’’.
“ uhhuukh..!!,’’ Aku terkejut mendengar ucapan galang.
“ eh,loe gak apa-apa?,’’ tanya galang menepuk pundakku.
“ gak,tenang aja. .uhhukh,ehm. .loe gak salah? Loe mau ngajak gue ke pesta stefany? Nenek sihir yang galak itu?,’’
“ ya,kenapa emangnya? Gue Cuma mau nunjukin ke dia kalo loe udah jadi pacar gue. Jadi dia gak mungkin macem-macem and ngejahatin loe. Loe mau selamanya di kerjaian stefany?,’’
“ a. .a. .apa? pa. .pacar?,’’ tanyaku makin tak percaya.
“ ya. .pa. .pacar, maksud gue pacar bohongan..ya bohongan,’’ jawab galang terlihat gugup.
“ tapi apa mesti dengan ngajak gue? Kenapa loe gak mau dia macem-macem sama gue? Itukan masalah gue, bukan masalah loe,’’
“ ya. .itu. .itu. .ah,udah deh gak usah bawel,makan cepetan!!,’’. jawaban galang terlihat menggantung. Tapi buat apa juga aku terlalu berharap lebih darinya. Aku cukup menikmati apa yang aku alami. Selesai makan kami bergegas pulang. Sampai diparkiran. . .
“ aduhh!!,’’ aku terjatuh dan kakiku terkilir.
“ loe kenapa?,’’ tanya galang sedikit panik.
“ kaki gue lang, sakit!!,’’ keluhku. Tiba-tiba galang berjongkok. .
“ dasar bodoh!!cepet naik,’’ ujar galang menyuruhku naik di punggungnya. Aku melotot terkejut.
“ loe ngapain?,’’ tanyaku pura-pura tak tau.
“ udah loe naik aja. Gue gendong! Emangnya loe bisa jalan!! Cepet. Gue malu nih diliatin,’’ jawabnya ketus. Akupun naik digendongannya. . “ gila! Loe berat juga ya,’’
“ jahat loe,’’ keluhku memukul pundaknya. Sesampainya dimobil aku turun perlahan,tentu galang membantuku. Kamipun melaju dan bergegas pulang. Kakiku sakit sekali,apa mungkin aku bisa pergi nanti malam. .
“ duh, sakit. .,’’ keluhku sambil memegang kakiku.
“ loe ceroboh banget sih! Kalo jalan liatnya kebawah dong!,’’ bentak galang.
“ dasar cowok aneh! Loe pikir gue jalan liat ke atas! Sembarangan,’’ umpatku. Dalam perjalanan aku tertidur. .tiba-tiba galang berteriak membangunkanku. .
“ heh!! Bangun!! Udah sampe,’’ teriak galang di telingaku.
“ ihh!!, pelan-pelan bisa gak sih!! Ya udah gue turun!!,’’ namun baru ingin turun kakiku sakit lagi. . “ aduuh!!. .,’’ keluhku.
“ heh!!cewek bodoh. makanya kalo gak bisa jangan belagu ,’’ ujar galang langsung keluar dan menghampiriku dari luar. Dia kembali berjongkok dan menyuruhku naik kepunggungnya. . “ cepet naik . ,’’ ujar galang. Ku naik sambil melotot ke arahnya. Aku memang tidak bisa berjalan. Tapi aku akan berusaha agar kakiku tak sakit. Karena aku tak mau membuat galang kecewa nanti malam. Pak usman segera membuka pagar.
“ ya ampun, mba kani, kenapa bisa begitu. .,’’ tanya mbok minah yang membuka pintu.
“ Cuma jatuh kok mbok. Tolong buatin minum ya buat orang nyebelin ini,’’ ledekku. Galang mencubit kaki ku. Aku hanya tertawa kecil melihat wajah galang. Mbok juga tertawa melihat kami berdua, dia segera pergi kedapur menyiapakan minum. Galang merebahkan ku di sofa kasar sekali.
“ aduh!! Pelan-pelan dong,’’ keluhku memukul tubuh galang.
“ manja loe. Coba gue liat kakinya,’’ ujar galang menarik paksa kakiku.
“ heh!! Sakiit!! Kasar banget loe jadi cowok,’’
“ ini sih gak kenapa-kenapa,dasar manja,’’. Kakiku dijatuhkan begitu saja.
“ galaaang!!!,’’ teriakku menjambak rambutnya kesal.
“ eh,aduuuh,duh. .apaan sih loe!! Sakit!!,’’ keluh galang. Bener-bener nyebelin nih orang!! Kasar banget. .fikirku. mbok minah keluar membawa minuman.
“ diminum ya mas ganteng. .,’’ ledek mbok tersipu genit. Ih, genit banget si mbok. .dasar.. fikirku. Aku hanya menggelengkan kepala melihat sikap mbok minah.
“ ya, makasih ya mbok,’’ ujar galang. Mbok kembali kedapur. . “ eh, dia aja tau kalo gue ganteng. Cuma loe aja yang bilang gue jelek. .haha,’’ ledek galang.
“ namanya juga orang tua, jadi penglihatannya gak jelas,suka ngawur. .haha,’’ ledekku balik. Tiba-tiba sinta pulang. .
“ haaiii. .ehm,ada galang. Dari kapan loe disini?,’’ tanya sinta langsung duduk disamping galang. .ih,akrab banget sih. .fikirku.
“ dari mana aja loe? Gue cariin,’’ tanya galang.
“ biasa lah,namanya juga wanita. .haha,eh,gue masuk dulu ya. Nanti telfon gue. Ok. .say,gue kekamar ya,’’ ujar sinta mengacungkan jempol ke galang.
“ ya, masuk sana loe. .ganggu aja,’’ ujarku pelan.
“ eh, gue balik ya. Nanti gue jemput loe jam 7. Harus udah rapi. Kalo gak awas loe,’’ ancam galang. Beranjak pergi.
“ ya. .tenang aja. Serahin sama gue. Bunga kania. .haha,’’
“ cewek aneh,’’ galang langsung berlalu begitu saja. Ku tak bisa mengantar. Ku mencoba menggerakan kakiku. Harus sembuh nih,kalo belum sembuh gimana nanti malem. .fikirku. dengan perlahan aku menuju kamar sinta, begitu ku buka pintu. .
“ ya,loe tenang aja. Gue bantu kok. Loe juga bantu gue ya say, haha. .,’’ ujar sinta berbicara dengan seseoarang ditelfon. .ngobrol sama siapa ya dia? bisikku dalam hati.
“ sinta,gue boleh masuk?,’’ tanyaku masuk perlahan.
“ eh,nanti gue telfon ya. Ada kania. .bye,’’ ujar sinta cepat-cepat menutup telfon. . “ oh, kenapa ni? Masuk aja,’’
“ telfon siapa loe ta?,’’ tanyaku berjalan perlahan.
“ gak,tadi temen gue telfon. Eh,kaki loe kenapa?,’’
“ tadi jatuh waktu jalan sama galang,’’
“ hah,jalan? Sama galang?,’’ tanya sinta kaget.
“ ya,kenapa kaget gitu loe?,’’ tanyaku heran.
“ e. .e. .gak kok. Terus sakit?,’’ jawab sinta mencurigakan. Aku merebahkan tubuhku dikasur sinta. Ku ceritakan kejadian tadi siang bersama galang. Sinta terkejut begitu ku bilang galang mengajakku ke pesta stefany nanti malam. Aku bertanya kenapa dia selalu terkejut tiap aku bilang, aku pergi bersama galang. Entah apa yang dia sembunyikan dariku, tapi tak mengapa. Mana mungkin sinta sepupuku menghianatiku.
“ udah ya, gue mau siap-siap dulu. .haha,’’ ledekku. Ku berjalan perlahan karena kakiku masih terasa sakit. Ku pakai baju yang tadi dibelikan galang. Ku berkaca melenggak-lenggok seperti baru mendapat hadiah yang teramat berarti. Jam menunjukan pukul 18.30, tinggal berapa menit lagi galang datang. Aku mempercepat merias wajah. Mudah-mudahan galang suka gue pakai ini. .fikirku. setelah selesai aku pergi ke ruang tamu.
“ ehm. .yang mau ke pesta, enak nih,’’ ledek sinta yang sedang menonton tv bersama mama. Mama hanya tersenyum.
“ bisa aja loe ta. Ini juga dipaksa tau,’’ keluhku.
“ sembarangan deh loe, gak boleh bilang terpaksa gitu. Kasian kalo galang tau. Terus dia dimana?udah telfon?,’’
“ gimana sih loe, gue mana tau nomernya. Bukannya loe tau ya ta? Telfon sana, loe kan deket banget tuh sama dia,’’ ujarku memancing sinta.
“ emm. .ok deh gue telfon,’’ kata sinta. . “ say,loe dimana? Sepupu tercinta gue udah cantik nih, tinggal berangkat. .ok deh,’’ jawab sinta menutup telfonnya.
“ akrab banget sih loe sama galang?,’’ tanyaku heran.
“ jelas dong. .haha. .,’’ belum sempat sinta menjawab galang pun datang.
“ Ttiiin. .ttiinn. .,’’. suara klakson mobilnya sudah terdengar. Pak usman membuka pagar.
“ eh,pangeran loe udah dateng tuh,haha,’’ ledek sinta.
“ apaan sih loe,’’ ujarku malu. Galang mengetuk pintu. Aku langsung mebukakan pintu dan. .
“ haai. .,’’ sapaku ketika galang sampai. Namun galang melihatku dengan tatapan aneh. Dia melihat dari ujung kepala sampai ujung kaki. . “ haai!! Kenapa sih loe? Cantik ya gue?,’’ ledekku melambai-lambaikan tangan diwajah galang.
“ eh, sorry..ah, biasa aja kok. gak cantik tau. Loe aja yang ge-er,’’ jawabnya ketus. Aku menyuruh dia masuk dan pamitan sama mamaku.
“ tante, aku pergi dulu ya,’’ ujar galang memberi salam pada mama. . “ ta, gue berangkat ya,” ujar galang sambil menepuk pundak sinta. Sinta hanya menganggukan kepala.
“ oh, ya. .hati-hati ya nak. Jangan pulang larut ya,’’ kata mama.
“ ya mam, aku berangkat ya. Ta, gue berangkat ya,’’ ujarku.
“ ok, hati-hati ya ni. Kalo fany macem-macem kasih tau gue biar gue labrak dikampus, haha,’’ ledek sinta melambaikan tangan. Akupun segera pergi dan masuk kemobil.
“ dasar, cewek ribet banget ya,’’ ketus galang.
“ maksud loe?,’’ tanyaku heran.
“ ya,loe liat aja. Pakain loe ribet banget,’’
“ aneh loe, ini kan loe yang milih. Kenapa jadi gue yang loe bilang ribet. Dasar cowok aneh super nyebelin. Kalo gak suka ngapain ngajak gue!!,” keluhku.
“ eh,ya maaf. .jangan marah ya,’’ katanya memelas.
“ loe tau ya rumah fany?,’’
“ ya taulah. .aneh loe tanya itu segala,’’
“ apa jangan-jangan loe pernah pacaran sama dia?,’’ tanyaku penasaran.
“ em. .itu. .udah ah, bawel deh loe,’’ jawabnya ketus. Dugaan gue bener nih. Dia mantannya stefany. Pantesan aja fany jahat sama gue..bisikku dalam hati. Cukup jauh rumahnya stefany. Hampir setengah jam kami baru sampai. Itupun dengan keadaan tidak macet.
“ udah sampe nih, nanti loe nurut apa yang gue bilang ya. Jangan ngomong macem-macem. Ok!!,’’ ujarnya. Aku hanya menganggukan kepala. Walaupun aku tak tau apa yang akan terjadi. Perlahan kami masuk, sepertinya cukup mewah pesta yang dibuat. Banyak sekali yang datang.
“ loe pegang lengan gue,’’ bisik galang ditelinga ku.
“ ya, tapi gue canggung nih,’’ ujarku berbisik.
“ udah gak usah bawel. Ikutin kata gue,’’ jawabnya ketus. Ku menggandeng lengan galang. Begitu kami masuk semua memandang ke arahku dan galang. .
“ hai. .gal. . ,’’ stefany yang keluar kaget melihat galang bersamaku. . “ heh,ngapain loe sama galang!!,’’ bentak stefany mendorong tubuhku.tubuhku hampir jatuh namun galang menahannya.
“ fany!! Yang sopan dong loe. Dia gue yang ajak. Kenapa? Gak suka loe!!,’’bentak galang.
“ tapi galang, gue kan Cuma undang loe,’’ jawab stefany mencoba merayu galang. Galang menepis tangan stefany yang memegang bahunya. Tiba-tiba farah datang.
“ kenapa kak?,’’ tanya farah sambil membawa minuman.
“ ini, cewek rese. Gak gue undang tapi dateng. Dasar gak tau malu!!,’’ bentak stefany langsung mengambil air dari tangan farah dan menyiramku. Shiit!! Sial banget gue!!. .
“ fany!! Apa-apaan sih loe!!,’’ bentak galang mendorong stefany. Aku sudah tak tahan disini. Ku coba menahan tangis demi galang,karena aku tak enak.
“ biarin aja!! Biar dia tau rasa. Apa urusan loe sih, gue mau jahat sama dia bukan urusan loe galang!!,’’
“ eh, loe inget ya!! Kania itu PACAR gue!! Jadi,Urusan dia itu jadi urusan gue!! Ngerti loe!!,’’ bentak galang langsung menggenggam tanganku erat dan membawaku pergi. Semua orang melihat kami. Aku sangat malu. .malu sekali. .tak kuasa lagi ku menahan tangis. Aku pun masuk kedalam mobil..
“ kania,loe gak apa-apa?,’’ tanya galang sambil menyapu air mata dari pipiku. Aku hanya menggelengkan kepala. Tiba-tiba galang memelukku. Hangat tubuh ini sangat aku rindukan, apalagi saat aku terpuruk seperti ini. . “ maafin gue ya ni, gara-gara gue loe jadi gini,’’ ujar galang membelai rambutku. Tangisku pecah di heningnya malam.
“ gu. .gue. .hhiikss. .gue gak apa-apa kok,’’ jawabku tersedu-sedu.
“ udah dong, jangan nangis terus. Gue jadi ngerasa bersalah. Gue ajak loe ke tempat yang indah deh. Pasti loe suka. Gak jauh kok. tapi jangan nangis lagi ya,’’ ujar galang terus menghapus air mata dipipiku. Ku hanya tersenyum dan menganggukan kepala. ku langsung memeluk galang. Galang terkejut.
“ thank’s banget ya buat semuanya. .,’’ ujarku dipelukan galang. Kumerasa nyaman sekali.
“ ya udah, jangan nangis ya. Jelek loe,’’ ledek galang mengacak-acak rambutku. Galang membuka jasnya dan memakaikannya di tubuhku. Aku memang merasa dingin apalagi tadi stefany menyiramku. Kami segera meluncur ke tempat yang galang inginkan.
“ sorry ya kalo gue cengeng,’’ ujarku.
“ loe emang cengeng. Baru sadar loe,’’ ledek galang.
“ galang!! Jahat loe,’’ keluhku mencubit paha galang. Galang hanya tertawa. Sejenak kumenatapnya.
“ eh, kenapa liatin gue kayak gitu loe?,’’ tanya galang salah tingkah.
“ ge-er loe. .haha,’’ tawaku.
“ udah sampe nih,’’ ujar galang. Akhirnya sampai juga di tempat yang galang bilang indah.
“ wah. .bagus banget lang,’’ ujarku kagum. Pemandangan malam hari di atas bukit yang cukup tinggi. Baru tau kalau di jakarta ada tempat seperti ini. Benar-benar indah. .
“ loe suka gak ni?,’’ tanya galang. Karena sangat terpukau aku hanya menganggukan kepala. Aku terkejut saat galang menggandeng tanganku. . “ disana lebih bagus. Kita kesana aja ya,’’ ujarnya. Kami tersadar bahwa kami sedang berpegangan, galang jadi salah tingkah dan melepaskan genggaman tanganku.
“ gue baru tau kalo ada tempat sebagus ini dijakarta. Mungkin bagus tiap malem aja ya?,’’ ujarku.
“ gak juga kok. siang juga bagus. Malah lebih sejuk. Mungkin karena banyak angin,” jelas galang.
“ kayaknya loe tau banget deh sama tempat ini? Ada something ya?,’’
“ gak ko, disini tempat gue ngelepas kangen sama nyokap gue. Gue Cuma mau ngajak cinta pertama gue kesini..,’’ sesaat galang memandangku. Aku jadi salah tingkah.
“ e. .ma. .Masa? Emangnya nyokap loe dimana? Sorry kalo lancang,’’
“ nyokap gue tinggal di belanda nemenin bokap gue yang kerja disana. Gue disini sama pembantu aja,’’
“ loe gak punya kakak atau adik?,’’ tanyaku. Galang hanya menggelengkan kepala.
“ heh, kenapa gue jadi cerita sama loe ya?,’’ ujarnya mulai jutek. Ih,aneh banget nih cowok. Kadang baik, kadang jutek,kadang romantis..bisikku dalam hati.
“ dasar cowok aneh. Pulang yuk,’’ajakku. Kamipun bergegas pulang.
Tuhan,lagi-lagi kau membuatku bimbang. .apa benar galang orang yang kau kirim untukku? Tapi kenapa dia berubah-ubah sikapnya. .tak bisa membuatku yakin. .aku mulai nyaman sama galang. .aku harap jangan kau pisahkan aku. .
Setelah berapa lama ku sampai dirumah. .
“ mau mampir gak?,’’ tanyaku.
“ gak usah deh. Gue balik dulu. Mau ada perlu. Loe masuk sana,’’
“ ok deh, thank’s ya,’’ jawabku dan dengan tiba-tiba ku cium pipi galang. galang kaget.
“ eh, dasar cewek bodoh. .,’’ ujar galang tersenyum kearahku. aku berlari segera masuk ke rumah. Ku berjalan gontai. Kulihat kekamar sinta ternyata sudah tidur. aku baru mau cerita. Tapi ya sudahlah. Ku berjalan menuju kamar dan langsung menjatuhkan tubuhku. Tak lupa aku berganti baju dahulu. Tiba-tiba handphone ku bergetar. .
“ hallo. .siapa nih?,’’ jawabku agak malas.
“ heh,cewek aneh, selalu ngerepotin gue,’’ ujar seseorang dari ujung telfon.
“ heh, siapa loe!!,’’ keluhku.
“ ini gue galang yang paling tampan. .haha,’’
“ cowok aneh!! Tau dari mana loe nomer gue?,’’ tanya ku.
“ mau tau aja loe!! Thank’s udah mau nemenin gue. Ya walaupun tetap nyusahin gue,and Thank’s buat yang tadi. ’’
“ oh,i. .itu. jangan jadi salah tingkah loe. itu Cuma ucapan terima kasih gue aja tau,’’ jawabku berbohong.
“ gue juga males sih dicium sama loe. .,haha,’’ ledeknya.
“ awas loe ya!!. .,’’
“ udah ah, gue ngantuk. Tidur sana loe!!,’’ ujarnya langsung menutup telfon. Dasar orang aneh. .tapi emang sih dia selalu ada saat gue susah. .
JJJ
“ yang bener mam?!!,’’ tanyaku kaget. Sinta yang sedari tadi disampingku juga ikut kaget.
“ ya sayang, maafin mama ya. .mama harus pergi sama papa. Papa butuh mama disana. Mungkin lusa mama dan papa pergi ke london sekalian nemenin kak citra. Dokter bilang papa harus dibawa ke rumah sakit yang lebih lengkap dan mungkin lebih baik di london,’’ ujar mama sedih menahan tangis. Ya ampun papa, kenapa papa bisa punya penyakit ganas gitu. .bisikku dalam hati.
“ sinta juga ikut sedih tante. Kalo emang mesti dibawa kelondon sinta ikut mendukung kok. biar om cepet sembuh. Sinta bakal jaga kania kok,’’ ujar sinta ikut sedih.
“ ya mam, kalo mama mesti pergi kesana, kania disini baik-baik aja sama sinta, mama gak usah mikirin kania. Kania udah besar, disini juga ada mbok minah sama pak usman yang jaga kania,’’
“ ya udah kalo gitu. Mama jadi lega. Mama percaya kamu kok nak. Nanti mama mau pesen tiket buat ke tempat papa sama ke london. Kamu baik-baik dirumah ya. Kalo ada apa-apa bilang sama mama. Nanti mama transfer ke rekening kamu,’’ ujar mama bersiap-siap.
“ yang sabar ya ni,’’ ujar sinta mengelus-elus bahuku agar aku tenang. Aku hanya tertuduk dan menganggukan kepala. . “ kita berangkat kuliah yuk,’’ ajak sinta. Kamipun segera berangkat. Kali ini sinta yang membawa mobil. Dalam perjalanan aku hanya melamun, memikirkan keadaan papa yang lama tak kulihat. Aku rindu papa. .aku rindu saat keluarga kita berkumpul dan bersenang-senang bersama. .aku juga rindu akan belaian papa,kasih sayang papa yang selama ini aku dapat hanya pada mama. .papa, berjuang untukku dan keluarga. .
Sesampainya dikampus aku merasa tak semangat. Aku pergi kekantin dan tidak mengikuti kuliah. Sinta seolah mengerti perasaanku dan membiarkan aku sendiri.
“ ni, yang sabar ya. .loe gak boleh sedih gini dong, mungkin kalo papa loe tau loe sedih dia bakal lebih sedih. Jangan murung gitu ya,’’ ujar zahra memeberiku semangat.
“ ya, thank’s ya ra. Loe masuk sana. Gue gak ikut mata kuliah hari ini deh,’’ jawabku lemas.
“ ok deh, gue yakin loe bisa. Ayo kania!! Semangat!! Eh, jangan lupa nanti kita ada penggalangan dana buat korban merapi. Kebetulan gue, loe, sinta, sama anak-anak yang lain wakilin minta sumbangan ke jalan. Loe kuat kan ni,’’ ujar zahra.
“ ya bawel. . udah masuk sana. Gue mau sendiri,’’ keluhku. Sinta dan zahra pun pergi dan masuk ke ruangan kuliah. Disini aku sendiri. Tak berharap ada yang mengganggu namun. .
BRRAKK!!!. .aku dikejutkan oleh stefany yang tiba-tiba datang menggebrak meja.
“ apan sih loe!!,’’ bentakku kaget.
“ heh, suruh siapa loe dateng ke pesta gue?!! Loe tuh Cuma ngerusak acara gue!!,’’ bentak stefany yang sangat marah atas kejadian semalam. Hari ini aku tak bersemangat untuk melakukan aktifitas apalagi bertengkar dengan stefany. Aku beranjak bangun dan pergi meninggalkan stefany. Tapi dia menarik tanganku.
“ duh, apa lagi sih!! Gue gak pengen ribut!! Apalagi sama orang kayak loe!!,” bentakku menepis tangan stefany.
“ loe emang nyebelin ya jadi cewek!! Awas loe!!,’’ teriak stefany. Aku hanya berlalu begitu saja. Tiba-tiba aku menabrak seseorang. .
BBRRUUK!!. .aku jatuh tersungkur.
“ ya ampun kania, sorry. .,’’ ujar seseorang yang ku tabrak. Ternyata restu. .dia membantuku bangun.
“ eh, sorry ya restu. Gue gak sengaja,’’ jawabku lemas.
“ loe kenapa ni? Sakit?,’’ tanya restu.
“ gak, gue gak kenapa-kenapa kok. sorry ya,’’
“ kalo gitu ikut gue ke danau belakang kampus deh. Mungkin loe tenang disana,’’ ajak restu. Kamipun pergi ke danau belakang kampus yang memang sangat nyaman. Aku duduk bersandar disebuah pohon. Sejuknya angin yang berhembus membuat hatiku ikut sejuk.
“ loe gak ikut mata kuliah hari ini ya?,’’ tanyaku.
“ oh, kayaknya gak deh. Lagi pula mau masuk juga tanggung. Jam ke dua juga diganti sama penggalangan dana. Loe juga ikut kan?,’’
“ kira-kira kemana ya?,’’
“ ya mungkin gak jauh dari kampus . loe udah sarapan?,’’ tanya restu. Aku hanya menggelengkan kepala.
“ gue lagi gak nafsu makan nih,haha,’’ jawabku mencoba ceria didepan restu. Kami ngobrol panjang lebar. Dari kejauhan kulihat galang,sepertinya dia memperhatikan ke arahku dan restu. Namun entah mengapa dia langsung berbalik pergi. Tak lama sinta dan zahra datang.
“ hey!!, gue cariin ternyata loe berdua disini. Eh, udah mau mulai tuh penggalangan dananya. Cabut yuk,’’ jawab sinta yang merasa tak enak karena ku bersama restu.
“ bentar ah, enakan disini ta,’’ ujar zahra menghirup sejuknya angin tepi danau.
“ oh ya ni, gue dapet something lho. .haha. mau liat gak?,’’ ujar sinta menunjukan bungkusan rapi. Akupun langsung bersemangat.
“ dari siapa ta?pasti dari raihan ya?,’’ tanyaku heran.
“ em. .salah loe. Ini dari galang. .haha,’’ ujar sinta membuat ku terkejut.
“ ga. .galang? galang yang belagu itu?,’’ tanyaku tak percaya.
“ ya. .waahh!! dia ngasih gue kalung ni. .lucu ya. .em. .jadi enak. .haha,’’ ledek sinta.
“ loe. . loe jadian ya sama galang?,’’ tanyaku sedikit kecewa. Namun sinta tak menjawab, dia hanya tersenyum. Huh, ya udahlah. .gue buang jauh-jauh deh harapan gue kalo galang yang dikirim buat gantiin idhan. Ternyata dia dikirim bukan buat gue,tapi buat sinta. .bisikku dalam hati. Sesaat hatiku terasa sesak. Entah karena apa,mungkin karena aku tau galang bukan untukku. Aku memang mengharap dia dikirim untukku. Tapi biarlah,jika memang sinta bahagia. .
“ cabut yuk,’’ ajak zahra menarik tanganku dan sinta. Restu hanya ikut saja. Akhirnya kami semua kumpul di depan kampus. Galang yang memimpin acara ini. Sesaat galang melihat ke arahku,namun tatapannya beda, kali ini tatapannya jadi agak lebih sinis dari biasanya. Aku hanya bisa tertunduk.
“ ok, kalo gitu kita berpencar ya. Semangat ya!!,’’ ujar galang. Semuanya bubar dan pergi ketempat yang mereka tuju. Akupun berpencar dengan sinta dan zahra. Ku langkahkan kaki perlahan. Benar- benar tak semangat aku hari ini. Saat aku menoleh ke belakang ternyata ada galang. Dia langsung berpaling dan berjalan kesebrang jalan. Sifat cueknya kali ini buat aku merasa kehilangan galang yang kemarin. Ok. .gue pasti bisa hadapin ini. .semangat kania!! Bisikku dalam hati. Untung saja hari ini tak begitu panas. Satu persatu kendaraan yang lewat memberi sumbangan. Dengan sekuat tenaga aku mencoba ramah dan penuh senyum. Tak terasa sudah lama aku berjalan. Dan uang pun sudah terkumpul lumayan banyak. Aku berniat mencari minum. .
“ duh, haus nih gue. .yang lain kemana ya?,’’ ujarku sendirian. Sambil membeli minum aku mencari sinta dan zahra. Aku mencoba menelfonnya. .
“ ta, loe dimana?,’’ tanyaku.
“ gue disebrang loe ni. Loe kesini ya,’’ jawab sinta dari ujung telfon. Aku menutup telfonnya dan hendak meyebrang. Baru dua langkah aku berjalan tiba-tiba. .
“ KANIA!! AWAS!!,’’ teriak galang dari sebrang. Akupun menoleh ke kanan. Ternyata ada sebuah truk yang berjalan cepat. Aku terkejut,dengan cepat aku berbalik mundur.
“ aduh. .,” keluhku terjatuh. Aku mencoba bangun dan galang yang berlari dari sebrang langsung memelukku tiba-tiba. Aku langsung mematung di pelukan galang. Degup jantung ku tak menentu. .galang memelukku erat. Seakan dia takut terjadi sesuatu padaku.
“ loe gak apa-apa kan?,’’ ujar galang yang masih memelukku erat. Aku tak bisa bicara dan membisu,minumanku jadi terjatuh karena aku lemah dipelukan galang. Cukup lama galang memelukku. Sampai-sampai semua orang yang melihat meledekku. Kamipun tersadar dan saling melepaskan.
“ dasar bodoh!! loe ceroboh !! kalo jalan jangan bengong dong!! Bahaya tau!!,’’ bentak galang salah tingkah.
“ ciiieee. .so sweet banget ya loe berdua..haha,’’ ledek zahra yang datang. Aku merasa tak enak pada sinta.
“ eh, jangan salah paham ta. Dia duluan tuh yang tiba-tiba meluk gue. Dasar cowok cari kesempatan loe!!,’’ ujarku langsung pergi. Kebetulan ada restu, akhirnya aku menarik tangan restu dan pergi dari sana.
“ kania!! Mau kemana loe?,’’ teriak zahra. Aku hanya melambaikan tangan dari jauh. Sinta, zahra dan galangpun pergi entah kemana. Aku lelah sekali, kuputuskan untuk langsung pulang hari ini. Lagipula aku ingin bantu mama beres-beres baju yang mau dibawa. Aku putuskan untuk pulang bersama restu.
“ ta, gue balik duluan ya?,’’ ujar ku menelfon sinta.
“ ya,loe naik taksi?,’’ tanya sinta dari ujung telfon.
“ gak,gue bareng restu, loe dimana? Sama zahra?,’’
“ hah!! Bareng restu?,’’ tanya sinta kaget.
“ ya, kenapa sih?,’’
“ ah, gak. Gak apa-apa kok. gue sama galang,tadi zahra balik sama dika. Ya udah take care ya say, bye,’’ ujar sinta menutup telfonnya. Galang? Semakin kuat dugaan gue..fikirku.Mobilpun melaju cepat. Aku tak bareng sampai rumah karena aku tak ingin dia tau rumahku. Dia Cuma mengantar aku sampai simpang jalan dekat rumah.
“ restu, sampe sini aja deh. Nanti gue mau ada urusan. .he,’’ ujar ku sedikit berbohong.
“ oh, gak gue anter aja?,’’
“ eh, gak deh. .makasih ya, bye,’’ jawabku langsung turun dan mencari taksi. Restu langsung melaju. Akhirnya taksipun lewat dan aku segera pulang.
“ mbok. .mbok min. .mama mana?,’’ panggilku ketika sampai rumah.
“ mama tadi berangkat pesen tiket mbak. Lho mbak sinta kemana?,’’
“ hufh. .tadi sinta jalan sama temennya, biasa deh mbok. Kayak gak tau dia aja,’’ ujarku merebahkan tubuh ke sofa.
“ apa dia jalan sama mas ganteng yang waktu itu ya mbak?,’’ tanya mbok minah sok tau.
“ ye. .sok tau nih mbok. Emang sih dia lagi deket sama galang. Tapi gak tau deh mbok. Aku pusing,’’ keluhku.
“ mau mbok ambilin makan?,’’
“ gak usah mbok. Nanti aku ambil sendiri aja. Lagipula aku belum mau makan,’’. Mbok minah langsung pergi ke dapur. Aku lelah sekali. Ku masih terbayang kejadian tadi siang. Saat galang memelukku. Kok gue ngerasa galang panik banget ya tadi. .gue ngerasa dia takut terjadi apa-apa sama gue. . sebenernya dia kenapa sih, jutek banget sama gue, tapi perhatian juga. .emang sih gue gak pernah dikasih hadiah kayak dia ngasih sinta. . duh, cinta emang bikin gue pusing!! Keluhku dalam hati. Tak lama sinta pulang,namun tak sendiri. .
“ ya ampun ta. .loe dari man. . ,’’ ujarku terhenti karena kaget melihat dia bersama galang. . “ loe. .loe balik bareng?,’’ tanyaku heran.
“ ya. .tadi gue bareng galang. Kenapa?,’’
“ terus mobil loe?,’’
“ kita gak satu mobil. Bawa sendiri-sendiri kok. eh, duduk lang. gue ganti baju bentar ya,’’ ujar sinta langsuk masuk kekamar. Galang menganggukan kepala. Dia menatapku jutek. Akupun sama. Tak ingin sakit hati disini aku masuk kekamar tanpa bicara dengannya. Ih. .nyebelin banget sih. .tapi, kenapa gue mesti marah ya..fikirku. ku tak bisa tidur sore. Hatiku gelisah.
Took. .Tok. . “ kania, buka dong ini mama,’’ ujar mama mengetuk pintu.
“ masuk mam. Gak aku kunci. .,’’ ujarku lemah.
“ sayang, mama mesti berangkat sekarang. Papa kamu mesti cepat-cepat dibawa ke london. Kamu gak apa-apa?,’’ ujar mama. Aku yang kaget langsung bangun.
“ papa kenapa mam?,’’ tanyaku panik.
“ keadaan papa melemah nak,jadi mama harus cepat-cepat pergi. Kamu hati-hati ya dirumah. Mama udah transfer uang buat kamu tadi. Jaga diri baik-baik ya nak,’’ ujar mama sedih dan memelukku. Tak kuat ku melihat mama. Air matapun tak dapat ku bendung lagi.
“ ya, mama hati-hati ya. .hiiks. .kabarin aku terus,’’. Ku langsung mengantar mama kedepan. Galang yang melihatku menangis langsung berdiri dan menghampiri aku.
“ maaf, tante mau kemana?,’’ tanya galang.
“ tante ada urusan nak. Tante nitip kania ya. Sinta, tante pergi dulu ya,’’ ujar mama memeluk sinta.
“ ya tante. Hati hati ya,’’ ujar sinta.
“ hati-hati tante,’’ ujar galang. Setelah mama pergi aku berlari masuk kamar. Galang ingin menahanku tapi ditahan sinta.
“ udah, biarin dia sendiri ya,’’ ujar sinta menahan galang.
Mama. .papa. . kania selalu berdoa untuk mama dan papa. . kania berharap kita bisa kumpul kayak dulu.. kania bakal kuat buat papa dan mama. .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar