Kamis, 27 September 2012

ini baru sepenggal ceritanya, kalo mau tw lebih, bacaaa yuuuukk....


“ kenapa Cuma diliatin yo? Makan nih,’’ ujarku sambil menyodorkan sesendok makanan. Mau tak mau Mario memakannya. Setelah selesai makan kami melanjutkan obrolan santai. .
“ loe seneng ka?,’’ Tanya Mario.
“ seneng banget yo, makasih ya,’’ ujarku.
“ akhirnya gue udah nepatin janji gue sama loe. Gue udah bisa ajak loe jalan, ya meskipun kayak gini aja,’’
“ ini udah lebih banget yo, baru kali ini gue diajak ke tempat yang indah gini. Sejuk pula. .,’’ ujarku menghirup udara sejuk tepi pantai dimalam hari. Angina pun makin berhembus.
“ dingin ya ka?,’’ Tanya Mario membuka sweaternya dan memakaikan padaku. Mario. . .
“ tapi kan yo, loe pake kaos aja. Loe pake lagi yah,’’ ujarku melepas sweaternya dan memakaikannya ke Mario. Mario hanya diam dan ternyata Mario merangkulku sambil mengenakan sweater. DUG. .jantungku berdetak amat kencang. Semoga dia gak denger detak jantung gue yang gak karuan. . perlahan kulirik Mario. Dia hanya senyum-senyum sendiri. Aku jadi ikut tersenyum bahagia. Ya tuhan, tolong hentikan waktu ini sebentar saja. .aku masih ingin seperti ini bersama Mario. . . .
“ sekarang lebih anget kan ka?,’’ ujar Mario. Aku hanya tersenyum dan mengangguk. . “ ka, gue gak ngerti sama apa yang gue rasain,’’ ujarnya lagi.