“ kenapa Cuma diliatin yo? Makan nih,’’ ujarku sambil
menyodorkan sesendok makanan. Mau tak mau Mario memakannya. Setelah selesai
makan kami melanjutkan obrolan santai. .
“ loe seneng ka?,’’ Tanya Mario.
“ seneng banget yo, makasih ya,’’ ujarku.
“ akhirnya gue udah nepatin janji gue sama loe. Gue udah bisa
ajak loe jalan, ya meskipun kayak gini aja,’’
“ ini udah lebih banget yo, baru kali ini gue diajak ke tempat
yang indah gini. Sejuk pula. .,’’ ujarku menghirup udara sejuk tepi pantai
dimalam hari. Angina pun makin berhembus.
“ dingin ya ka?,’’ Tanya Mario membuka sweaternya dan
memakaikan padaku. Mario. . .
“ tapi kan yo, loe pake kaos aja. Loe pake lagi yah,’’ ujarku
melepas sweaternya dan memakaikannya
ke Mario. Mario hanya diam dan ternyata Mario merangkulku sambil mengenakan
sweater. DUG. .jantungku berdetak
amat kencang. Semoga dia gak denger detak
jantung gue yang gak karuan. . perlahan kulirik Mario. Dia hanya
senyum-senyum sendiri. Aku jadi ikut tersenyum bahagia. Ya tuhan, tolong hentikan waktu ini sebentar saja. .aku masih ingin
seperti ini bersama Mario. . . .
“ sekarang lebih anget kan ka?,’’ ujar Mario. Aku hanya tersenyum
dan mengangguk. . “ ka, gue gak ngerti sama apa yang gue rasain,’’ ujarnya
lagi.