Jumat, 23 Desember 2011

Buka Lembaran baru. .
(Part#5)
Setelah kejadian tadi pagi,aku merasa tubuhku jadi teramat sangat lemah. Jiwaku terasa menghilang. Sejak pulang tadi aku tak sadarkan diri,ketika kubuka mata. . .
“ kamu udah sadar sayang?,’’ kata mama yang duduk disampingku. Dimana aku?
“ mama,aku dimana?kenapa aku mam?,’’ tanyaku heran.
“ kamu dirumah sakit kania,tadi waktu mama pulang kamu udah gak sadar dikamar. Mama langsung bawa kamu kesini. Kamu kenapa kania?ada masalah yang kamu pikirin?,’’ tanya mama sambil membelaiku penuh kasih sayang. Tiba-tiba aku menangis,aku sedih karena teringat idhan. Aku masih tak percaya ini menimpa hidupku. Sungguh aku tak rela melepas dia pergi apa lagi untuk selamanya. Dan aku juga tak akan bisa memilikinya lagi.
“ lho,kok kamu nangis. Kenapa kania? Cerita sama mama,’’ kata mama sambil mengelap air mataku. Aku hanya bisa menangis. Tiba-tiba ada seorang yang datang. .
“ hallo. .,’’ kata seorang wanita yang datang langsung mencium pipi mamaku. Siapa sih?ya ampun, sinta!!bisikku dalam hati. sinta adalah sepupuku yang lama tinggal di semarang,kota kelahiranku.
“sinta?!,kapan loe ke jakarta?,’’ tanyaku heran.
kemarin malem gue berangkat ni,gue emang udah dari kemaren pengen kerumah loe. Gue pengen nerusin kuliah bareng loe dijakarta. Gue telfon nyokap loe, nyokap loe setuju terus gue disuruh tinggal dirumah loe nemenin loe katanya. . haha,’’ jelas sinta sambil tertawa gak jelas.
terus loe tau dari mana gue disini?,’’
“ aduh,sepupuku ini kadang bodoh juga ya,haha. .jelas gue tau lah,gue dateng kerumah bareng nyokap loe kania. Waktu kita sampe gue liat loe udah gak sadar dikamar. Loe kenapa sih?,’’ tanya sinta yang langsung duduk disampingku. Mama bangun dan pergi keluar. mungkin mama sengaja agar aku mau bercerita dengan sinta. Akupun mulai menangis lagi.
“ lho,lho. .kenapa nangis loe?,’’ tanya sinta yang mulai panic melihat ku menangis. Dia langsung mengambil tisu dan mengusap kewajahku.
“ idhan ta,idhan?,’’ kataku sambil tersedu-sedu.
“ idhan? Idhan cowok loe itu kan?yang pernah loe certain ke gue. Kenapa sama idhan?direbut lagi sama mantan pacarnya?,’’
“ bukan ta, dia. .dia mau pergi ninggalin gue ke paris,’’ jawabku.
“ dasar kania,ke paris aja sampe kayak gini loe. Zaman udah modern ni. Kan bisa chatting atau sekedar email,’’
“ duh,loe kadang sok tau ya. Makanya dengerin gue dulu dong. Selain dia kuliah disana,dia juga udah dijodohin ta sama nyokapnya..,’’ kataku yang semakin kencang menangis.
what!! Dijodohin?yang bener loe ni?kayak zaman dulu aja pake ada acara jodoh-jodohin segala,’’ kata sinta yang juga ikut kaget mendengar ceritaku. Aku tak melanjutkan kata-kataku. Sinta pun mengerti. Melihatku bersedih,dia berusaha menghiburku.
“ udah ni, loe sabar ya. Mungkin loe bukan jodohnya idhan and idhan juga bukan jodoh loe ni. Gue yakin loe pasti nanti juga dapet jodoh yang lebih baik dari dia. Mungkin juga dia bukan cowok yang dikasih sama tuhan buat nemenin loe ni. Sabar ya. .,’’sintapun terus berusaha menghiburku. Mamapun kembali masuk sambil membawa makanan yang mungkin dibeli tadi.
Hari-haripun terpaksa aku jalani dirumah sakit ini. Sedih memang hatiku. Tapi aku berfikir benar juga apa yang sinta bilang. Mungkin idhan memang bukan jodohku. Mungkin cintaku memang harus sampai disini. Sudah beberapa hari ini Handphone tak aku aktifkan lagi. Aku tak tau gimana kabar idhan sekarang. Dia udah berangkat apa belum ya?fikirku. tapi tiba-tiba. .
“ kania,’’ tiba-tiba idhan datang. Aku pun sangat terkejut. Tau dari mana dia aku disini?
“ i..idhan? kamu ngapain disini?kamu gak berangkat?,’’ tanyaku heran. Karena seharusnya idhan sudah berangkat dari 3 hari yang lalu.
“ aku baru mau berangkat hari ini. Pesawatku pending ni. Aku tau kamu disini dari mama kamu. Kemarin aku kerumah kamu ni. Aku ketemu mama kamu dirumah. Katanya kamu dirawat disini. Maafin aku ya ni. Gara-gara aku kamu jadi kayak gini,’’ kata idhan.
“eh,sory. Gue keluar dulu ya ni. Hehe,’’ kata sinta yang pura-pura keluar dan membiarkan aku ngobrol berdua idhan.mamapun ikut keluar bersama sinta.
“ kamu hati-hati ya. Jaga diri kamu disana. And. .baik-baik ya sama cewek baru kamu nanti. Mudah-mudahan langgeng ya,’’ kataku sambil terisak-isak menahan tangis.
“ kok kamu ngomong gitu?aku gak mungkin bahagia ni sama dia. Aku Cuma sayang sama kamu kania. Gak mungkin aku bisa lupain kamu. Hubungan kita banyak ujiannya ni. Gak gampang buat dapetin kamu. Jadi mana mungkin aku bisa lupain hubungan kita,’’
“ idhan, udah dong. Kamu gak bisa nolak semua  ini. Hidup kan terus berputar dhan. Kamu fikir aku bisa lupain kamu and hubungan kita?gak. aku fikir aku juga gak akan bisa milikin kamu lagi. Jadi aku bisa apa?,’’ kataku lemas. Aku masih tak rela melepas idhan pergi. Tapi aku tahan rasa itu agar idhan tak ada beban..udah, kamu pergi sana. Berangkat.Aku juga udah mendingan kok,’’ kataku mengikhlaskan idhan.
“ ok, tapi kamu janji harus ngabarin aku terus ya. Jangan pernah kamu ganti email kamu ya ni. Aku mohon sama kamu. Aku berangkat ya ni. Jaga diri kamu,’’ idhan langsung mencium keningku. Ini juga ciuman dari idhan yang terakhir buatku. Aku tak akan pernah bisa merasakan hangatnya kasih sayang dari idhan yang selama ini dia beri. Air mata kembali menetes mengiringi kepergian idhan. Orang yang selamanya akan aku cinta meski tak akan pernah aku miliki lagi. Idhan pun berjalan keluar ruangan aku dirawat. .selamat tinggal idhan. .cintamu akan aku kenang sampai aku kembali menemukan orang seperti kamu. . .
“ IDHAAANN!!! Jangan tinggalin aku idhan!!! Kamu gak boleh pergi!!! Aku gak bisa tanpa kamu!! Idhaaaan!!!,’’ teriakku sambil berusah bangun dan mengejar idhan. Tapi sinta masuk karena kaget mendengar teriakanku. Dia menahan tubuhku yang berusaha bangun tapi tak kuat.
“ kania,yang sabar ya ni. Gue ngerti banget perasaan loe saat ini. Sabar ya ni,’’ kata sinta tak tega melihat ku.
“ idhan ta,idhan. .hikkss. .gue gak bisa tanpa dia ta. .idhan itu nafas ta buat gue. .idhaaan. .hiikss,’’ ujarku sambil terus menangis.
“ ya ampun,jangan gitu dong kania. Loe harus tetep bertahan buat idhan. Hidup loe gak mungkin berakhir karena idhan pergi. Gue yakin pasti ada yang terbaik dari dia kok,’’ sinta berusaha mati-matian menenangkanku. Aku terus menangis dan menangis. Hidupku benar-benar terasa tak ada artinya lagi. Idhan adalah belahan jiwaku saat ini. Apa mungkin ada yang bisa seperti idhan,mencintaiku apa adanya. . .
Setelah berapa hari aku berada dirumah sakit, akupun diizinkan dokter untuk pulang. Mama segera membereskan bajuku dibantu sinta sepupuku. Kehadiran sinta sangat berarti bagiku. Selain dia sepupu yang sangat baik,dia juga tempat curhat yang menyenangkan. Apalagi nanti dia akan satu kampus denganku. .
“ kamu nanti mau masuk mana sinta?,’’ tanya mama sambil menggandengku yang masih agak lemas.
“ emm,aku sama kaya kania aja tante. Biar enak gitu. .hehe,’’ jawab sinta santai. Begitulah dia orangnya.
“ kamu jadi kan mau masuk kedokteran? Yakin bisa tuh?,’’ tanya mama padaku.
“ ih,mama ngeraguin aku ya?aku kan siswa terbaik disekolah mam,’’ jawabku. Mama hanya tersenyum. Pak usman yang sudah setia menunggu diluar siap berangkat. Dengan sabar mama memapahku masuk ke mobil. Dalam perjalanan aku hanya terdiam. Tentu masih saja memikirkan kepergian idhan ke Paris. Sinta terus menghiburku. Tapi tetap saja aku tak bisa menahan kesedihanku saat ini. Mana mungkin aku bahagia saat orang yang paling aku sayang pergi meninggalkanku untuk wanita lain,wanita yang dijodohkan oleh ibunya. Sungguh sakit sekali hatiku. Benar-benar sakit. .

 JJJJ

Hampir dua bulan aku melakukan pemulihan lahir dan batin. Aku pun sudah mulai mengikhlaskan idhan pergi. Meski belum 100%. Tapi biar waktu yang bantu aku melupakan idhan. Seminggu yang lalu aku dan sinta mengunjungi universitas kedokteran. Kami mendaftarkan diri disana,tentu saja di tes terlebih dahulu. Dan syukurnya kami berdua lulus. Setelah melengkapi administrasi dan segala macam peraturannya kami sudah mendapat jadwal untuk mengikuti OSPEK sebelum masuk kuliah. Ya,seperti kampus-kampus yang lain. Melakukan OSPEK dahulu.
“ gila ya ni, masa OSPEKnya jauh banget sih. Apa loe boleh ya?,’’ tanya sinta sambil membaca peraturan-peraturan ospek.
ya nih,jauh banget. Di Jogja gitu. Gue sih boleh aja sama nyokap. Masa dilarang sih,gak kuliah dong gue kalo dilarang. .haha,’’ ledekku.
“ eh,kita shoping yuk ! sekalian kesalon. Buat persiapan ospek lusa,’’ ajak sinta dengan raut muka yang aneh. Seperti kucing melihat ikan. .J
Akupun mengiyakan ajakan sinta. Kami pun langsung meluncur ke sebuah mall di senayan. Disana kami asik belanja baju dan assesoris lainnya. Tentu saja tak lupa kesalon. Sampai tak terasa uang yang dibawa tinggal sedikit. .
“ gila. .tiris deh duit gue,’’ keluhku.
“ haha. .namanya juga belanja ciinn. .haha. balik yuk. Dah capek gue,’’ kami segera pulang seperti biasa. Sinta yang membawa mobil. .J
Sesampainya dirumah. .
“ huh. .capek gue. .,’’ kata sinta sambil menjatuhkan tubuhnya di sofa.
“ sama gue juga. Ta, laper gak loe?,’’ tanyaku sambil membereskan belanjaan ke kamar.
“ laper banget gue. Ada makan gak? Kalo gak ada kita masak yuk. Nyokap loe pasti belanja banyak,’’ kata sinta beranjak bangun dan menuju dapur.
“ tau aja loe kalo nyokap gue selalu sedia bahan masakan,’’ ujarku sambil mencuci sayuran yang ada dikulkas.
“ lho, mba kania mau apa? Biar mbok yang buatin,’’ ujar mbok minah yang baru pulang dari pasar.
“ udah, mbok istirahat aja ya, aku bisa masak kok. .,’’ ledekku. Kami pun mulai memasak karena perut sudah sangat laper. Setelah selesai dan menyantap makanan. . .
“ ni, kira-kira nanti senior kita ganteng-ganteng gak ya?,’’ ujar sinta.
“ dasar loe. Cowok aja yang ada dipikiran loe. Gue gak tau. Gak mikirin hal kayak gitu gue ta,’’ keluhku.
“ emang loe gak bermaksud cari cowok lagi gitu?,’’ tanya sinta agak ragu. Aku terdiam sesaat.
“ tau deh . .,’’ jawabku singkat. Aku tak tau apa aku bisa jatuh cinta lagi pada seseorang?apa mungkin nanti ada orang seperti idhan?
Tuhan mengirim idhan untukku,tapi hanya untuk sementara. Apa nanti tuhan akan mengirim seseorang lagi untukku? Jika memang ya,aku harap,aku tak akan pernah kehilangan dia lagi seperti aku kehilangan idhan. .

                                     JJJJ