Kurangkai cintaku di SLEMAN. .
(Part#8)
“ ok. .gue yakin loe bisa dipercaya. .,’’ ujar sinta saat ku dengar dari luar kamar. Dia langsung menutup telfonnya ketika ku masuk.
“ hayo. .jadian gak bilang-bilang. .haha,’’ ledekku.
“ apaan sih loe. Sok tau deh. Oh ya, udah siap kan semuanya?,’’ tanya sinta.
“ ya dong. Doain gue ya ta,’’
“ pasti dong cinta. .haha. kalo ada yang macem-macem sama loe, bilang sama gue,’’
“ tenang aja bos. Berangkat yuk,’’ ujar ku berjalan keluar sambil membawa tas besar.
“ mbok, kania pamit ya. Jagain sinta biar gak macem-macem. .haha,’’ ledekku.
“ tenang mbak, mbok pasti jagain mbak sinta yang suka bandel. .,’’ canda mbok minah.
“ ah mbok, aku kan anak baik , haha. .eh, udah dateng tuh jemputan loe,’’ ujar sinta menunjuk kedepan pintu. Galang? Ternyata dia juga kepilih buat ngewakilin kampus ke sleman salurin dana?bisikku dalam hati.
“ udah siap belum?,’’ tanya galang jutek. Aku hanya cemberut dan pergi keluar. galang berpamitan dengan sinta. Ku kaget saat galang berpelukan dengan sinta. Sakit sih. .ku masuk kemobil dan galang datang.
“ ah,sebel gue satu bus lagi sama loe,’’ ujarnya jutek.
“ heh, siapa juga yang mau satu bus sama loe!!,’’ keluhku.
“ pasti loe buat susah terus deh. Awas loe ngerepotin gue,’’jawabnya ketus.
“ sayangnya temen-temen gue gak ada yang kepilih. Kalo kepilih gue juga gak butuh loe!!,’’ balasku ketus.galang hanya menatapku sinis. Sesampainya di kampus.
“ hai kania. .,’’ ujar restu saat ku sampai.
“ hai. .loe kepilih juga? Satu bus sama gue kan?,’’ tanyaku membuat galang marah. Ku sengaja biar ku tau reaksinya.
“ ya lah. Kan Cuma beberapa aja yang ikut nyalurin dana,’’
“ eh, gimana kalo kita. .,’’ belum selesai ku bicara tapi galang menarik tanganku.
“ heh, udah mau berangkat!! Ayo masuk!!,’’ ujarnya ketus.
“ iih, apan sih loe. Restu, gue duluan deh.,’’ ujarku kesal. Aku melepaskan tanganku dari galang. . “ loe tuh nyebelin ya. Baru aja gue mau ngajakin restu duduk bareng, tapi loe udah narik tangan gue. Nyebelin!!,’’ keluhku langsung duduk.
“ heh, gak bisa seenaknya loe!! Semua udah diatur. Jadi gak bisa dirubah,’’ jawabnya makin ketus. Aku hanya melotot kearahnya. Dengan terpaksa aku duduk bersamanya. Mobilpun segera melaju agar cepat sampai. Karena jaraknya jauh maka aku membawa banyak persediaan. Ku buka makanan dan ku pamerkan didepannya.
“ emm. .enak banget deh. Loe mau gak?,’’ ledekku. Galang hanya cemberut. . “ mau gak? Eh,tapi gak usah deh. .haha,” ledekku. Galang langsung merebut makanan dari tanganku.
“ nyebelin loe jadi cewek!!,’’ keluh galang membuang makananku.
“ ih,loe apa-apaan sih!!! Jahat loe!!,’’ keluhku memalingkan wajahku kejendela. Seperti biasa, galang menutup mata sambil mendengarkan musik ditelinganya. .dan. .
CCCIIITTT!!!!. .tiba-tiba mobil berhenti mendadak. Akupun nyaris terbentur bangku depanku, namun tak ku sangka galang mengulurkan tangannya untuk menahan tubuhku. Sumpah, ini cowok bikin gue salah tingkah terus. .bisikku dalam hati. Sesaat kami bertatapan dan kembali cuek satu sama lain. Perjalananpun masih sangat jauh. Aku mulai mengantuk tak sadar aku menyandarkan kepalaku dipundak galang. Namun dia langsung mendorongnya. Ku tetap menyenderkannya, dia mendorong lagi, dan akhirnya dia membiarkan kepalaku bersandar dipundaknya. .hihiJJ haripun berganti malam. bus berhenti untuk beristirahat. Kami semua turun. Aku juga mau turun mencari angin. Sejuknya udara membuatku terlena. .ku cari galang, namun tak ku jumpai. .kemana ya si galang? Fikirku. Ku menoleh kesana kemari.ku tak menyangka, kulihat galang bersama stefany. Dia nampak mesra. Atau mungkin stefany mau buatku cemburu. Ku berlari dan masuk ke bus. .entah mengapa sakit sekali.aku tak menyangka galang seperti itu. air mata mulai menetes dipipiku.
“ hey!! Kemana aja loe gue cariin?,’’ ujar galang tiba-tiba. Aku cepat-cepat menghapus air mataku agar galang tak tau aku menangis karenanya. . “ loe nangis ya?,’’ tanya galang bingung dan langsung duduk disampingku.
“ gak. Udah ah, jangan bawel,’’ jawabku ketus.
“ hey, loe kenapa sih?,’’
“ berisik loe!!,’’ bentakku sambil mendorong tubuh galang. Galang hanya terdiam dan dengan setia menungguku mau berbicara. Dalam perjalanan tak henti ku meneteskan air mata. Namun aku berusaha agar galang tak tau. Sampai akhirnya aku tertidur dan saat ku buka mata. .
“ gue dimana?,’’ ujarku bingung.
“ udah sampe. Dari tadi loe gue bangunin gak sadar-sadar. Udah kayak orang mati loe tadi. Jadi gue gendong deh. Loe kenapa sih? Sakit?,’’
“ gak. Udah deh sana . gue mau istirahat,’’ keluhku mendorong-dorong tubuh galang. galangpun langsung keluar dan kemabli ketendanya. gue sedih galang saat liat loe sama sinta, apalagi liat loe sama stefany. Gue tau dia mantan loe. Gue juga gak ngerti kenapa sesedih ini. .bisikku dalam hati. Aku mencoba tidur namun tak bisa. Kulihat jam ternyata sudah jam 4 pagi. Rasa ingin tidur tak ada, aku putuskan untuk berjalan-jalan pagi. Ku hirup udara yang sejuk dipagi hari. Ku mulai berjalan perlahan menyusuri jembata-jemabatan disungai. Tak ku sangka galang mengikutiku. Ku coba menjauh darinya. Ku percepat langkahku dan sampainya dibukit.
“ kaniaa!!!,’’ teriak galang memanggilku dari jauh. Aku hanya menengok dan kembali menikmati pemandangan dari atas bukit. Galang menghampiriku.
“ kania, loe kenapa? Gue salah apa sama loe?,’’ ujarnya memelas.
“ gak kok. gue baik-baik aja. Loe juga gak punya salah apa-apa sama gue. Udahlah. Gue gak enak nih hianatin sepupu gue,’’ ujarku.
“ maksud loe apa? Sepupu loe sinta? Kenapa sama sinta?,’’ tanya galang disampingku.
“ ya gue gak enak aja. Sinta kan pacar loe,’’ ujarku berjalan perlahan. Galang mengikutiku.
“ kania, denger dulu dong. .loe jangan gini,’’
“ cukup galang!! dari dulu sampe sekarang gue kayak gini!! Dan akan selamanya begini!! Kita juga gak ada hubungan istimewa!! Berarti kita gak punya hak satu sama lain. Jadi terserah gue mau kayak apa!!,’’ bentakku langsung berlari. Galang mencoba mengejarku. Akhirnya aku berhenti di bawah pohon besar. Galang menghampiriku.
“ udah deh. Jangan marah terus sama gue. Maafin gue. .,’’ ujar galang. aku hanya cemberut. “ eh, udah berapa kali gue bilang. Loe kalo cemberut tuh jelek banget tau,’’ ledek galang. seketika marahkupun sirna karena ucapan galang yang meledekku.
“ apaan sih loe!! Haha,’’ ujarku menjambak rambut galang.
“ gitu dong ketawa. Tapi gak berubah,loe jelek juga. .haha,’’ ledek galang. kami menikmati pemandangan pagi hari sambil menunggu matahari terbit. Setelah cukup lama kami disana,kami kembali ke tenda pengungsian. Sehabis mandi akan diadakan pembagian makanan dan kebutuhan pokok para korban bencana. Serta pemeriksaan kesehatan korban.
“ cepetan loe!! Mandinya jangan lama-lama. Gue juga mau mandi nih,’’ ujar galang yang menungguku mandi di pemandian yang memang seadanya.
“ jangan kemana-mana loe!! gue takut ada yang dateng. Tolong jaga bentar ya. .,’’ teriakku. Galang ku suruh menjaga didepan agar tidak ada yang masuk. Karena penutupnya hanya pakai papan besar namun tak terkunci. Jadi aku takut ada yang masuk.
“ duh, nanti kesiangan nih. Cepet dong!!,’’ keluh galang. akhirnya ku selesai juga, ku jalan perlahan dan menjitak kepala galang pelan.
“ duh!!, sakit tau!! Sembarangan loe,’’ keluh galang yang langsung masuk ke dalam.
“ loe gak usah gue tunggu ya, haha,’’ ledekku.
“ eh, tunggu dong. Gue juga takut ada yang ngintip nih!!,’’
“ eh jelek!! siapa juga yang mau ngintip loe,’’ledekku.
“ udah jangan bawel loe!!,’’. tak berapa lama galang selesai. Kami langsung menuju tenda dan memulai acara.
“ raihan!! sini!! Loe angkat selimutnya terus loe bagiin ya,’’ teriak galang memanggil raihan yang ikut serta. . “ eh,loe cewek aneh!! Loe bantu gue aja nanti waktu meriksa kesehatan. Sekarang loe bagiin makanan!! Yang cepet kerjanya,’’ ujar galang ketus. Tiba-tiba stefany datang.
“ em. .galang, gue mesti apa?,’’ ujar stefany sok lembut dan ingin membuatku cemburu. Aku menatapnya sinis dan langsung pergi. Emangnya loe aja yang bisa gitu. Gue juga bisa tau!! Keluhku dalam hati. Akupun langsung menghampiri restu.
“ hai restu. .mau gue bantu gak?,’’ ujarku sambil melirik sinis ke arah galang. galang menatap ku sinis. Dia juga membalas ku dengan pura-pura perhatian dengan stefany.
“ eh, kania. .boleh-boleh. Loe bagiin makanan aja deh. Tuh yang tadi galang suruh,’’ ujar restu. Aku langsung membagikan makanan dan terus menatap sinis pada galang.
“ eh, kania!! Sini loe!! bantu gue!!,’’ teriak galang memanggilku. Sepertinya galang tak mau aku dekat dengan restu. Dengan langkah malas aku menghampirinya. Galang memeriksa kesehatan para korban. Karena galang memang sudah bisa dan mengerti tentang pengobatan.Raihan yang dari tadi melihat kami berdua menggeleng-gelengkan kepala.
“ terus ngapain nih gue?,’’ tanyaku sambil cemberut. Tiba-tiba galang mengijak kakiku..“aduh!! Sakit,’’ keluhku pelan karena tak enak dengan yang lain.
“ senyum loe!!,’’ ujar galang perlahan tapi dengan nada marah. Aku langsung tersenyum lebar. Dengan teliti dan sabar galang memeriksa korban-korban. Aku hanya duduk disampingnya dan menunggu perintah.
“ kania,ambil kardus masker sama sarung tangan ya. Nanti baginya sekalian gue bagi obat,’’ ujarnya jutek.
“ ya bos. .,’’ ujarku terpaksa. Ku ambil kardus yang berisi masker. Berat juga. .bisikku. ku angkat kardus yang tak sedikit. Karena terlalu banyak ku membawa. Kardusnya jadi berjatuhan. Semuanya melihat kearahku. Aku tertawa dengan terpaksa agar tidak malu. Galang mencoba membantu.
“ dasar bodoh!! gini aja gak bisa sendiri,’’ ujarnya ketus langsung mengangkat kardus-kardus yang kubawa.. “ heh bodoh!! Kenapa loe malah bengong!! Bantuin gue, kardus yang ini loe pikir enteng!!,’’ ujarnya ketus.
“ dasar cowok belagu, dia sendiri gak bisa pake marahin gue,’’ umpatku perlahan.
“ loe bilang apa barusan!!,’’
“eh, gak. .gak kok. .he,’’ ujarku. Aku langsung membantu galang mengangkat kardus yang memang sudah jadi tugasku. namun tak sengaja tangan galang menyentuh tanganku saat kami mengangkat kardus yang lumayan berat. Sesaat kami salah tingkah. Dan langsung kembali cuek. Setelah seharian kami bertugas, akhirnya kami beristirahat dan menyudahi kegiatan hari ini. Aku kembali ke tenda. Kulihat galang sedang ngobrol bersama stefany dan raihan. sedikit kesal namun ku coba untuk melupakannya.
Saat malam tiba, pemandangan yang seharusnya sangat indah jadi terlihat menyeramkan,karena desa ini tak diterangi lampu. Hanya dengan obor jalan-jalan terlihat. Meski begitu aku tetap menikmati perjalananku disini.
“ kasian banget ya orang-orang disini. Pasti menderita banget,’’ ujarku sambil duduk disebuah bukit bersama galang.
“ eh, jalan-jalan bentar mau?,’’ ajak galang tiba-tiba.
“ jalan? Kemana? Tumben ajak gue jalan,’’
“ gak mau ya udah!!,’’ ketusnya langsung bergegas pergi.
“ eh jelek!! Tunggu. .,’’ teriakku berlari mengejar galang. kami menikmati indahnya malam hari disuasana bencana merapi. Meski begitu aku sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama galang.
“ ngapain loe ngikutin gue!! Katanya gak mau,’’ ujarnya ketus. .
“ duh, berhenti dong. .capek nih gue ngejar loe,’’ keluhku. Galang langsung berhenti dan kami duduk di rerumputan atas bukit. Masih tetap indah pemandangannya.
“ biar gak ada lampu disini, masih bagus ya suasananya,’’ ujarku menghirup udara malam hari. Tapi dingin sekali disini. .bbbrrr.
“ kalo gue tinggal disini, mungkin tiap hari gue bakal ajak orang yang paling gue sayang kesini. .,’’ ujar galang menatapku dalam. Aku jadi salah tingkah.
“ o..o..oya?hehe..seru dong jadi orang yang loe sayang. .hehe,’’ ujarku gugup.
“ loe mau gak jadi orang yang paling gue sayang?,’’ ujarnya mendadak serius. Aku hanya bisa melotot kaget.
“ mak. .maksud loe? gue..gue gak ngerti deh..hehe,’’ ujarku pura-pura tak mengerti. Apa yang dia bilang itu sungguh-sungguh atau karena terbawa suasana aja. . bisikku dalam hati.
“ dasar bodoh!!! Balik ke tenda aja deh!! ,’’ ujarnya ketus langsung menarik tanganku.
“ eh, jangan narik gue gini dong. .kalo gue jatoh gimana!! Hey bodoh!!!,’’ keluhku. Tiba-tiba aku tersandung batu dan jatuh dipelukan galang karena kebetulan dia membalikkan tubuh.
“ aduuuh!!,’’ keluhku tepat didepan wajahnya. Kami diam terpaku dan sesaat tersadar.
“ hey, bodoh banget sih loe!! liat-liat dong!!,’’ ujarnya ketus.
“ kok jadi gue yang kena marah!! Siapa suruh narik-narik gue!!,’’ keluhku. . “ duh, sakiiittt. .,’’ keluhku yang ternyata kakiku berdarah.
“ eh, loe gak apa-apa? Kok berdarah sih?,’’ ujarnya terlihat panik dan langsung berjongkok membersihkan lukaku. Aku jadi senang sendiri melihatnya seperti ini. Dia langsung mengikat kakiku dengan sehelai kain yang aku pikir itu saputangan.
“ thank’s ya. .,’’
“ biasa aja kok. .naik kepunggung gue!! Cepet!!,’’ ujarnya ketus. Baik banget sih dia mau gendong gue segala. .hihi. dengan senang hati aku naik ke punggungnya.
“ kok kadang loe jutek, loe baik banget sama gue, loe juga kadang jadi malaikat penolong buat gue. Kenapa sih loe kayak gitu sama gue?,’’ tanyaku.
“ gue emang gini. Mau loe apa!!,’’ jawabnya ketus.
“ ye, gak usah pake marah gitu dong. Terus yang tadi loe omongin ke gue bener gak?,’’
“ i..itu..itu. .ah, bawel loe!! kebanyakan tanya!!,’’jawabnya ketus. Aku hanya terdiam. Mungkin dia Cuma bercanda aja ngomong gitu ke gue..fikirku. setelah sampai tenda, galang menurunkanku perlahan, namun saat dia mau kembali ketendanya. .
“ galang. .mau temenin gue gak?,’’ ujarku mengiba sambil menarik tangannya.
“ hah!! Nemenin loe? males banget gue. .,’’ ujarnya acuh.
“ gue butuh loe galang. . .,’’ ujarku tambah mengiba agar dia mau menemaniku. Galang jadi serba salah.
“ e. .ya deh. Gue temenin loe deh, gak usah ditutup tendanya. Dasar loe ngerepotin gue aja!!,’’ jawabnya ketus. Aku hanya tertawa lebar. Galang duduk disampingku. Aku langsung merebahkan tubuhku.
“ loe.. loe gak tidur?,’’ tanyaku ragu.
“ ya, gue tidur kok,’’ jawabnya cuek dan langsung merebahkan tubuhnya disampingku. Aku agak sedikit kaku. Merasa tak enak. Untung saja tendanya dibuka. Jadi tak ada yang punya pikiran buruk.
“ udah tidur!!,’’ keluhnya. Galng melipat keda tangannya.
“ loe kedinginan ya?,’’ tanyaku melihatnya kedinginan. Aku bangun dan langsung menyelimuti tubuhnya dengan selimutku.
“ eh bodoh!! Loe pake apa?,’’
“ loe kan dipinggir, udah gitu gak ditutup tendanya, jadi dingin banget. Kalo gue dipojok gak kedinginan kan ada loe. .hehe,’’ ledekku mencairkan suasana.
“ dasar cewek bodoh,’’ ujarnya tersenyum dan menjambak rambutku pelan. Akhirnya dia ketawa juga. .seneng deh. .bisikku.
“ ya udah, nite galang. .,’’ bisikku ditelinganya. Dia hanya tesenyum dan beranjak bangun. Ternyata dia duduk dan menungguku tertidur. Namun saat aku pejamkan mata, aku merasakan ada sentuhan hangat di keningku. Ku coba membuka seperempat mataku. Kulihat ternyata galang membelaiku lembut. Dan tanpa ku sangka dia mencium keningku dan langsung merebahkan tubuhnya disampingku. Aku hanya bisa tersenyum dan terus tersenyum. .
Begitulah kegiatan kami selama hampir tiga hari. Waktu pertama aku datang, aku sedih sekali melihat daerah yang sudah hancur akibat awan panas. Ku bayangkan aku ada diposisi mereka. Pasti sangat sedih dan teramat menderita. Untuk itu aku dengan tulus membantu. Mungki bantuan kami tak seberapa namun semoga bisa lebih meringankan penderitaan mereka.
Hari terakhir kami disini pun tiba. Rombongan kami segera meluncur ke jakarta. Seperti biasa, aku dan galang selalu bertengkar dalam bus. Mungkin karena itu raihan berniat mengerjai aku dan galang.
“ ya ta, loe tenang aja. Beres deh sama gue..,’’ ujar raihan menutup telfon dan melihat kearah aku dan galang sambil tertawa gak jelas.
“ eh han, kenapa loe?,’’ tanya galang. raihan hanya tertawa dan menggelengkan kepala.
“ eh, loe sama temen-temen lo tuh sama aja tau. .,’’ ujarku.
“ maksud loe?,’’ tanya galang bingung.
“ ya, sama-sama gila. . haha,’’ ledekku.
“ eh,coba deh,loe dengerin lagu ini, terus loe tutup mata loe. Loe bayangin orang yang loe sayang ada disamping loe,’’ ujarnya. Aku jadi heran kenapa tiba-tiba dia serius seperti ini. Akupun menuruti apa yang dikatakannya. Aku ingin membayangkan idhan yang ada di khayalku, tapi mengapa wajah galang yang ku bayangkan. Aku langsung membuka mata, dan ternyata memang benar, orang yang berada disampingku hanya galang, Cuma galang satu-satunya orang yang selalu ada buatku. Ku menatap dalam wajah galang.
“ kok loe ya yang gue bayangin?,’’ ujar ku perlahan.
“ hah!! Gu. .gue? kok bisa? Ngaco loe,’’ canda galang. namun tiba-tiba dia terdiam. Dan menatapku dalam. Aku jadi salah tingkah dan berusaha untuk bersikap sewajarnya.
“ ke. .kenapa loe natap gue gitu?,’’ tanyaku gugup. Belum sempat galang menjawab, handphoneku tiba-tiba berbunyi. . “ eh, sorry ya. Bentar.. ,”
“ ya mam. .mama udah sampe? Oh, gitu. .ya udah, kabarin aku terus ya mam. .bye,’’ ujarku menutup telfon.
“ nyokap loe?,’’ tanya galang.
“ oh, ya. Dia Cuma ngasih kabar aja kok. kenapa loe tanya-tanya!!,’’
“ gak Cuma tanya aja. Kenapa gak boleh!!,’’ ujarnya ketus dan langsung membalikkan tubuhnya. Aku hanya tertawa kecil dan merebahkan kepalaku. Kamipun akhirnya tertidur pulas. .
Setelah cukup lama akhirnya kami tiba didepan kampus. Namun aku kaget saat membuka mata. Tangan galang ada diatas tanganku. Entah apa yang terjadi. Galang pun terbangun dan juga kaget.
“ hah!! Loe ngapain gue!!,’’ teriakku kaget.
“ eh bodoh!!, siapa juga yang mau sama loe!! gue juga gak tau kenapa tangan gue ada diatas tangan loe dan gue juga gak tau posisi tidur gue kenapa bisa deket sama loe!!,’’ ujarnya bingung. Kami berdua sama-sama bingung. Siapa yang ngerjain gue nih? Fikirku.
“ heh, gue kan cantik. Jadi bisa aja loe macem-macem sama gue,’’ ledekku.
“ males banget gue!!,’’ ujar galang menjitakku. Kami langsung turun dan bergegas pulang.
“ loe anterin gue kan?,’’ tanyaku membawa barang banyak. Seperti biasa, setiap jalan-jalan seperti ini, entah mengapa barang yang kubawa mendadak banyak saat pulang. Mungkin karena banyak membeli barang. .hihi
“ males banget gue anter loe,’’ ujar galang ketus.
“ oh, jadi gak mau tanggung jawab!! Ok gue balik sendiri!!,’’ keluhku bergegas pergi namun agak susah berjalan karena membawa banyak barang.
“ haha. .dasar bodoh!! super nyebelin,’’ ledek galang langsung menarik tanganku dan membantuku membawa barang. Dia menyuruhku masuk kedalam mobil. Sambil cemberut aku masuk. Dan aku tertidur dalam perjalanan. Sampai akhirnya galang menggendongku masuk kerumah..
JJJ