Sabtu, 07 Januari 2012

Cinta ku tumbuh di OSPEK. .
(Part#6)
Hari pun terus berjalan. Malam pun datang menghampiri. Aku senang karena sinta tinggal dirumah ku. Aku jadi merasa tak kesepian lagi. Apalagi setelah kepergian idhan waktu itu. .
Pagi kembali datang dan saat OSPEK tiba. Aku dan sinta bersiap-siap dibantu oleh mama dan mbok minah sebelum kami berangkat.
“ kamu hati-hati ya sayang disana. Kabarin mama terus. Kalo uang kamu habis bilang mama nanti mama transfer. Ya sayang,’’ ujar mama yang sedikit khawatir. Begitulah mama.
“ tenang aja tante. Kan ada sinta yang setia sama kania,hehe,’’ ledek sinta. Mbok minah hanya tertawa kecil.
“ kamu juga hati-hati sinta. Jangan bandel,’’ ledek mama. Aku hanya menggelengkan kepala melihat mereka berdua.
“ iya mama, aku bukan anak kecil kok. Jadi tenang aja ya mam. Jaga diri baik-baik dirumah. Aku jalan ya mam. Bye,’’ kataku melambaikan tangan dan masuk ke mobil bersama sinta tentunya diantar pak usman. Dijalan menuju kampus,sinta selalu membuat ku tertawa. Dia memang anak yang menyenangkan. Aku tak pernah sedih tiap ada sinta. Setelah berapa menit menempuh perjalanan,kami pun sampai dikampus. Disana sudah banyak mahasiswi dan mahasiswa yang baru masuk sepertiku. Ada juga senior-senior yang sok galak itu. .
“ ya ampun kania. . ganteng-ganteng banget sih seniornya. .ampun deh,’’ kata sinta yang heboh sendiri. Aku hanya bisa tertawa dan segera menarik tangan sinta untuk ikut barisan yang sudah diatur.
“ ok,buat calon mahasiswa dan mahasiswi,terima kasih buat partisipasinya di ospek ini. Jangan lupa semua perlengkapan yang ada diperaturan harap dipakai. Saya gak mau ada yang gak bawa perlengkapan. Saya akan ngasih hukuman bagi yang gak bawa,’’ kata salah seorang senior. .ih,sok galak banget sih tu senior,bisikku. Akupun memakai name take,dan helm gak karuan ini. Sesuai dengan peraturan yang ada. Kami semua langsung naik ke bis yang sudah ada. Cukup lama kami menempuh perjalanan dan akhirnya sampai juga. Tempat yang sangat sejuk. Tempat seperti ini yang aku inginkan. Ku hirup segarnya udara. .
“ haha. .lucu banget loe ni. Nama loe siapa tuh?haha. .bebek. .haha,’’ ledek sinta sambil membaca nametake ku.
“ jahat loe. Loe sendiri apaan tuh?haha, monyet. .haha lebih parah dari gue,’’ ledekku. Sinta hanya cemberut.
“ ni, udah lengkapkan semuanya?jangan ada yang ketinggalan,’’
“ em..ok deh,’’ jawabku. Tapi ku kaget . aku lupa membawa coklat yang ada dalam peraturan. .” OMG!!! ta,gue lupa bawa coklat!! Gimana dong?,’’ tanyaku panic.
“ hah,mampus deh. Yang bener loe ni?,’’ tanya sinta yang ikut panic. Karena kita panic dan agak berisik,seniorpun tau.
“ hey kamu!! Kenapa kamu ribut-ribut?,’’ tanya salah seorang senior perempuan. Dia pun menghampiri aku dan sinta.
“ emm,ini kak. Saya lupa bawa coklat,’’ jawabku takut.
“ dasar bebek!! Kenapa sampe gak bawa?!!,’’ umpat kakak senior perempuan.
“ i. .itu. .e. .,’’ aku takut untuk berbicara.
“ kalo gitu ikut gue!!,’’ kata senior sambil menarik tanganku. Aku pun dibawa ke tempat dimana senior-senior istirahat. Malu sekali aku saat itu. Duh,mimpi apa gue semalem. .bisikku.
“ Lang, ada yang gak bawa coklat nih. Gimana?,’’ tanya senior perempuan. Galang adalah nama senior yang paling nyebelin and sok berkuasa. Emang sih dia yang paling tinggi jabatannya.
“ ok,biar gue yang urus,’’ jawab galang singkat. Tinggallah aku berdua dengan senior nyebelin ini.
“ siapa nama loe?,’’ tanya galang.
“ saya bunga kania kak,’’
“ siapa!! Jawab yang bener,’’ bentak galang buat ku kaget.
“ bunga kania kak!!,’’ jawabku agak keras.
“ bunga kania? Liat name take loe!! Siapa nama loe disitu?,’’
WHAT??bebek??yang bener aja. Masa gue dipanggil bebek sih. .bisikku dalam hati.
“ beb. .beb. .bebek kak!!,’’ jawabku takut.
“ ok,kalo gitu loe gue hukum jalan kayak bebek selama pembukaan ospek,’’ perintah galang,senior nyebelin.
“ hah !!! Jalan bebek? Selama pembukaan??yang bener aja kak. .,’’
“ masih kurang?,’’ ledek galang menundukan kepala. aku jadi salah tingkah ketika wajahnya dekat dengan wajah ku.Upss,cakep juga nih galang. .bisikku.
“ gak. . gak kurang kok, malah lebih banget,hehe,’’ jawabku agak sedikit bercanda.
“ siapa yang suruh loe ketawa!!!,’’ bentak galang. Ih,macan banget sih ni senior, untung aja dia ganteng,hihi. Bisikku sambil tertawa sendiri gak jelas.
“ kalo gitu sekarang loe masuk barisan sana,udah mulai pembukaannya,’’ kata galang.
“ oh,makasih kak. .,’’ belum lama aku berjalan galang sudah memanggilku. Ngapain lagi sih ni cowok. .L
eiits,kenapa loe jalannya begitu?,’’ kata galang sambil menarik tanganku.
“ lho, apa yang salah ya kak,’’ jawabku heran.
“ tadi kan gue bilang loe harus jalan bebek selama pembukaan,lupa loe?,’’
“ eh,iya kak. Maaf. .,’’ akupun langsung berjongkok dan jalan bebek. Sumpah, udah kayak orang gila gue disini. Malu banget nih gue. .setiap orang melihat aku sambil tertawa-tawa. Aku sudah kayak orang gila. Galang ikutin aku dari belakang. Tambah malu aku.
“ siapa yang suruh kalian ngetawain dia!! Diam semuanya!!,’’ bentak galang pada mahasiswa dan mahasiswi yang lain. Duh,senengnya gue ada yang bela. . hehe bisikku sambil tertawa gak jelas. .bebek,bangun loe. Masuk kebarisan. Gue pantau loe dari sini,’’ kata galang langsung kebelakang barisan. Acara pembukaan pun berlangsung dengan hikmat dan hening namun bukan galang yang memimpin melainkan wakilnya. Semua mahasiswa dan mahasiswi mengikuti acara dengan tenang. .
Hampir setengah jam acara berlangsung dan akhirnya selesai juga. Aku merasa ada yang aneh padaku. Tubuhku terasa lemas dan . .
BRRUUK!! Tiba-tiba aku jatuh pingsan. Aku tak sadarkan diri.
“ kania!!ni, loe kenapa?,’’ ujar sinta yang spontan menangkap tubuhku saat aku jatuh pingsan.
“ lho, kenapa dia? Sini biar gue yang bawa. Loe tetep ikutin acara. Ok,’’ kata galang yang langsung berlari kearahku dan menggendongku ketika ku pingsan. Dia langsung membawaku ketenda senior. Karena disitu tempat junior-junior yang sakit atau pingsan sepertiku.
“ duh, nih orang kenapa yah?gara-gara gue kali yah,’’ kata galang yang panic dan terus mengipas-ngipas wajahku dan berusaha membangunkan aku dengan minyak angin. Akupun terbangun karena mencium aroma minyak angin itu. Ku coba buka mataku perlahan. Kepalaku pening.
“ dimana gue?,’’kataku mencoba bangun.
“  eh, jangan bangun dulu loe. Loe ditenda senior. Tadi loe pingsan. Sory, mungkin gara-gara gue,loe jadi sakit gini. Loe udah makan?,’’ tanya galang yang masih terlihat panic. Akupun tersenyum malu. Orang yang tadinya galak seperti macan sekarang berubah jadi pahlawan buat gue. .hehe.
“ oh, makasih ya kak. Saya belum sarapan tadi. Lupa kak,’’ jawabku malu-malu.
“ parah loe. Gimana loe gak pingsan. Loe aja belum makan. Yaudah, tunggu dulu deh,gue ambilin loe makanan. Untung gue bawa,’’ ujar galang langsung bangun mencari makanan ditasnya.
“ kania,loe kenapa?,’’ kata sinta yang tiba-tiba datang.
“ gak kok ta, acaranya udah kelar?,’’tanyaku
“ lagi istirahat ni. Eh,lo tau ga siapa yang nolong loe waktu pingsan?,’’ tanya sinta sambil tertawa gak jelas. Aku hanya menggelengkan kepala. . galang ni, haha. Sumpah keren abis tuh orang waktu gendong loe. Huh, jadi pengen pingsan juga gue,haha,’’ kata sinta yang terhenti karena galang datang. “ ni, gue cabut dulu deh,’’ kata sinta langsung berlari karena tak enak.
“ siapa tadi?,’’ tanya galang yang datang membawa makanan dan minuman.
“ oh, itu sinta kak, sepupu saya,’’ jawabku singkat.
“ nih,makanan buat loe. And itu minumnya. Dimakan jangan sampe gak dimakan,’’ ujar galang sambil duduk disampingku. Baik juga nih orang. .bisikku.
“ makasih kak,’’ jawabku singkat. Aku takut bicara panjang. Biar dia saja yang mulai.
“ ngomong-ngomong loe dari mana?siapa deh nama loe? Kania ya?,’’ tanya galang memulai pembicaraan.
“ saya dari daerah Jakarta selatan kak. Bener kok,saya kania lengkapnya bunga kania. Bukan bebek. .hehe,’’ ledekku.
“ haha,bisa aja loe. Gue Cuma bercanda lagi tadi. Emang udah diatur gitu ni, jadi ya mau gak mau mesti galak sama orang termasuk loe. Cepetan deh abisin makan loe. Nanti langsung ikut yang laen. Gue tunggu kok,’’ ujar galang.
“ ya kak,’’ jawabku singkat. Saat ku makan galang memperhatikan aku. Aku jadi salah tingkah. Kenapa tuh orang liatin gue?bisikku. setelah selesai aku dan galang kembali ke tempat acara berlangsung. Ada satu orang senior perempuan yang sinis memandangku. Kalau tidak salah namanya stefany. Dengar-dengar dia suka sama galang. Tapi biarlah itu bukan urusanku. Dan yang buat aku terkejut adalah masuknya farah di kampus ini.
“ farah? Ngapain sih tuh orang selalu buat hidup gue gak tenang,’’ kata ku berbisik pada sinta.
“ siapa ni?farah?,’’ tanya sinta.
“ iya farah. Mantan idhan yang gue ceritain sama loe ta. Dia juga ikut masuk sini. Gila gak tuh,’’
Farah memandangku sinis. Acarapun tarus berjalan lancar sampai saat malam tiba. Api unggun sudah mulai menyala. Orang- orang duduk berkumpul. Ada yang main gitar, ada yang tidur ditenda karena lelah. Aku dan sinta asik makan jagung bakar. Tiba-tiba ada dua orang cowok berjalan kearah ku dan sinta. Mereka juga senior,namanya desta dan rendi.
“ hai,boleh gabung?,’’ tanya rendi. Mereka pun ikut duduk.
“ boleh kok kak,’’ jawab sinta yang kebiasaanya kumat. Ada cowok ganteng dikit langsung nyosor.
“ ya boleh kok kak,’’ jawabku singkat.
“ jangan panggil kakak dong, panggil aja nama. Kalo lagi ospek baru panggil kakak,’’ kata rendi. Akhirnya kami berkenalan satu sama lain..
“ haha, bisa aja kak. .eh,maksudnya rendi,’’ kataku. Sinta hanya senyum gak jelas. Begitulah dia kalau ada cowok. Suka aneh.
“ kania kan? Dari tadi gue liat loe dikerjain terus ya sama galang?,’’ tanya desta.
“ oh,itu tadi lupa bawa coklat Jadi kena hukum gitu deh. Tapi kok bisa tau gitu?,’’ tanyaku.
“ jelas taulah. Diantara yang lain kan loe yang paling mencolok,haha,’’ ledek desta.
“ hah,mencolok? Aneh, mang gue apa pake mencolok segala, dasar. . haha,’’ kataku tertawa karena ulah desta. Dari jauh terlihat galang melihat kearah kami. Akupun menengok dan acuh begitu saja. Karena aku pikir dia hanya sekedar menengok. Walaupun wajahnya terlihat aneh. Tapi aku tak terlalu memikirkannya.
Malampun semakin larut. Aku juga sudah mulai mengantuk. Sinta sudah masuk duluan kedalam tenda. Setiap satu tenda ada tiga orang. Untung aku tidak satu tenda dengan farah atau senior stefany yang jutek. Aku satu tenda dengan sinta dan Zahra. Dia juga anak baru yang aku kenal tadi pagi. Anaknya pendiam dan agak pemalu. Jadi tak ada yang mau dekat apalagi berteman. Aku kasihan melihatnya. Makanya aku ajak dia satu tenda denganku dan sinta. Dalam tenda aku mencoba lebih akrab lagi dengan Zahra. Ternyata dia orang yang baik. Tapi kenapa orang seperti dia malah diajauhi.
“ ta, udah tidur loe?,’’ tanya ku yang beranjak keluar tenda mau menghirup udara sebentar.
“ ya,gue capek banget. Loe hati-hati ya ni kalo mau keluar,’’ jawab sinta. Aku hanya menganggukan kepala. Kuhirup dinginnya angin malam. Tanpa sengaja aku mlihat galang sedang ngobrol berdua stefany. Senior yang centil and super jutek. Aku merasa tak enak dan ketika aku hendak kembali ketenda, galang memanggil dan menghampiriku.
“ kania!!,’’ panggil galang yang berlari kearahku.
“ eh, kenapa kak?,’’ tanyaku.
“ lho,kok panggil gue kakak lagi sih?kan gue bilang panggil aja galang. Kalo ospek baru kakak,’’ ujar galang yang terlihat tampan malam ini. Dengan mengenakan sweater yang cocok sekali jadi terlihat manis.
“ maaf. .galang. .kenapa ya panggil gue?,’’ tanyaku. Stefany yang melihat galang menghampiriku langsung sinis kepadaku.
“ tadi kenapa loe langsung masuk gitu?padahal loe mau keluar kan?,’’ tanya gilang beranjak duduk dirumput-rumput depan tendaku.
“ oh,itu. .e. .gak apa-apa kok. Gue gak enak aja liat loe lagi berdua,’’
“ lho, emangnya gak enak kenapa?gak apa-apa lagi kalo mau ikut gabung,’’
“ hah,gabung?ya gak mungkinlah. Dia aja jutek gitu sama gue. Gak tau kenapa,’’
“ dia emang gitu kania, jadi santai aja ya. Loe belum ngantuk? Jangan sampe capek loe. Nanti pingsan gue yang disalahin. Haha,’’ ledek galang. Senyumnya manis juga. .bisikku.
“ belum nih. .ngeledek loe. .haha,’’ ujarku. Tak sengaja tanganku spontan menyentuh pipi galang. . ups,maaf ya. .,’’ kataku malu. Galang tersenyum.
“ haha. .santai aja ni sama gue. Ngerti kok gue. Tidur sana, jangan kesiangan nanti gue hukum lagi lho,’’ ujar galang beranjak bangun. Akupun juga bangun dan hendak masuk ke tenda.
“ ok bos!!,’’ jawabku singkat sambil berlagak hormat.
“ dasar kania, ‘’ galang tertawa dan tiba-tiba mengacak-acak rambutku. Aku terkejut. Ini juga kebiasaan idhan dan radit. Galang pergi dan melambaikan tangan. Mungkin hal itu sudah biasa dia lakukan sama cewek lain. Aku senang, tapi. . biar waktu yang menjawab. Setelah masuk tenda aku coba memejamkan mata. Tapi kenapa wajah galang yang ada dipikiranku . .
Setelah semua terlelap dalam heningnya malam,pagi kembali datang menyambut. Ku langkahkan kakiku kedepan tenda. .
“ emm. .sejuk banget ya ta. .,’’ kataku mengirup udara segar pagi hari.
“ duh,masih ngantuk ni gue,eh,Zahra belum bangun ni,’’ kata sinta yang langsung ke tenda membangunkan Zahra.
“ hai, kania,’’ sapa desta datang tiba-tiba.
“ eh, kak desta. Ngagetin aja nih,hehe,’’ ujarku.
“ gimana tidurnya semalem?banyak nyamuk ya?,’’ tanya desta mau ngegombal.
“ haha. .lucu nih. Ini kan didaerah pegunungan kak,otomatis banyak nyamuk. .hehe,’’ ledek kania.
“ oh,iya ya,’’ jawab desta sambil menggaruk-garuk kepala yang tak gatal. Tiba galang datang.
“ ehm. .ehm. .eh,loe ngapain disini des?balik loe,’’ kata galang menyurh desta kembali ke tenda senior.
“ ganggu aja loe bro,’’ keluh desta. Dia pun pergi kembali ketenda. Galang hanya melempar senyum manis ke arahku.
“ kenapa tuh ta? Pada ngincer loe ya?,’’ ledek Zahra.
“ haha, bisa aja loe ra. Eh,pengen mandi nih gue,dimana ya?,’’ tanya kania sudah siap membawa handuk.
“ kania,sini ikut gue!!,’’ panggil sinta yang tiba-tiba sudah ada didepan dan hendak mandi.
“ ya ampun, kapan loe pergi ta?ra,yuk mandi,’’ ajakku sambil menarik tangan Zahra. Ketika ku berlari tak sengaja ku bertabrakan dengan stefany.
BRUUKK!! eh,jalan pake mata dong loe!! Sakit nih gue!!,’’ bentak stefany.
“ duh,i. .iya,maaf kak,’’ ujarku yang mencoba bangun karena terjatuh. Duh,sakiit. .sialan banget nih orang,untung kakak senior. .bisikku. tiba-tiba galang datang membantuku bangun. Stefany terlihat kesal.
“ loe gak apa-apa ni?,’’ tanya galang yang menarik tangan dan tubuhku.
“ kok loe malah bela dia sih lang?,’’ keluh stefany yang cemburu padaku.
“ loe gimana sih fan!! Dia gak sengaja. Dia juga udah minta maaf sama loe,kenapa loe marah-marah ke kania,’’ bentak galang. Stefany cemberut dan langsung pergi. Aku jadi merasa tak enak.
“ makasih ya kak, saya bisa sendiri kok. Zahra,pergi yuk,’’ kataku sambil menarik tangan Zahra yang dari tadi hanya diam saja melihat kami bertiga. Tiba-tiba galang menarik tanganku.
“ kania,hati-hati ya,’’ kata galang penuh perhatian. Aku hanya menganggukan kepala dan tersenyum ke arah galang. Aku,sinta dan Zahra pergi menuju sungai yang tak jauh dari tempat kami berkemah.
“ ciiieee. .ada yang jadi inceran senior nih. .haha,’’ ledek sinta.
“ ya nih, banyak lagi,haha. .,’’ Zahra juga ikut meledekku.
“ apaan sih loe semua. Gak kok, gue masih belum pengen kenal cowok terlalu dalam. Takut sakit lagi,’’ jawabku lemah karena teringat idhan. Lagi apa ya idhan disana?fikirku.
“ kania!! Kok loe jadi ngelamun sih? Mikirin yang dulu-dulu?udahlah ni. Lupain, sekarang banyak kok yang ngantri jadi pacar loe,’’ ujar sinta. Zahra hanya menganggukan kepala tanda setuju.
emm, ok deh,’’ jawabku singkat. Dalam perjalanan tak sengaja aku melihat farah sedang ngobrol berdua stefany. Ngapain farah sama stefany? Kok akrab banget sih?bisikku dalam hati. Farah pun melihat kearahku dan sejenak dia berbisik dengan stefany. Tentu saja stefany melihat kearahku juga dengan tatapan sinis. Aku tak menghiraukannya. Ku jajaki jalanan yang agak licin. Sambil bergandengan tangan dengan Zahra dan sinta ku lewati jalan ini perlahan.
“ ya ampun,licin banget yah,’’ ujar Zahra dengan wajah lucunya. Aku dan sinta hanya tertawa melihat wajahnya yang lucu. Setelah sampai disungai kami mandi tentu masih mengenakan pakaian. Namun tiba-tiba aku terpeleset dan masuk ke arus sungai yang lumayan deras. .
“ kania!!!,’’ teriak sinta yang berusaha menolongku tapi tak bisa. Desta dan yang lainnya berlari kearah aku terjatuh. Tapi dihalang galang yang juga ikut berlari dan langsung menyeburkan diri kesungai untuk menolongku agar aku tak jauh terbawa arus.
“ kania!!! Tarik tangan gue ni!!! Yang kuat!!!,’’ teriak galang yang tangannya hampir dapat ku raih.
“ duuhhh!!! Galang, tolong!!!,’’ aku pun berusaha sekuat tenagaku untuk meraih tangan galang. Nafasku sudah hampir habis. Dan tubuhku seakan mulai melemas. Galang semakin berusaha agar aku selamat. Dan setelah beberapa menit aku hanyut. Galang dapat meraih tanganku dan menarikku kepelukannya. Aku sudah tak sadarkan diri saat itu. Dengan cepat galang mengendongku dan membawaku kedaratan. Semua orang panic . apalagi sinta. Dia sampai menangis karena khawatir. Sesampainya aku didaratan dibantu dengan yang lain juga,galang menekan-nekan perutku untuk membuang air sungai yang masuk kedalam perutku. Tapi aku tak juga sadarkan diri. Dengan spontan galang memeberiku nafas buatan. Semua orang tercengan melihatnya. Apalagi farah dan stefany. Mereka tampak kaget dan sangat kesal. .
“ uhuukh. .uhuukh!!,’’ aku terbatuk dan seketika air keluar dari mulutku setelah galang memberiku nafas buatan. Sedikit demi sedikit aku mencoba membuka mata. Yang kulihat wajah galang yang panic dan berusah membangunkan aku.
“ kania, loe udah sadar?,’’ ujar galang tesenyum senang. Sinta dan zahra langsung mendekat.
“ kania. .loe gak apa-apa kan?,’’ kata sinta yang mengapus air matanya. Galang membantuku untuk bangun. Tapi aku tak kuat.
“ kita ketenda aja ya,’’ ujar galang yang langsung menggendongku dan membawaku ketenda. Sinta dan Zahra mengikutiku. Orang-orang yang lain kembali melakukan aktifitasnya masing-masing. Sesampainya ditenda galang mencarikan aku selimut.
“ loe pake ini aja ya, tapi ganti baju dulu ni,gue tunggu luar ya’’ ujar galang yang menggigil kedinginan. Akupun segera ganti baju dibantu sinta dan Zahra. Setelah selesai aku menyuruh Zahra untuk memanggilkan galang.
“ ra, tolong panggil galang dong,’’ ujarku dan Zahra hanya mengganggukan kepala. Galang pun masuk, tapi dia masih menggigil.
“ udah enakan ni?,’’ tanya galang wajahnya agak pucat. Galang langsung duduk disampingku. Zahra dan sinta nampaknya mengerti dan meninggalkan aku berdua galang.
“ ya. Makasih ya kak udah nolong kania tadi,’’ ujar ku singkat.
“ sama-sama. Itu udah tugas gue sebagai ketua panitia ospek. Eh,gue buatin teh anget ya ni,sebentar ya,’’ kata galang yang beranjak pergi untuk membuat teh namun aku segera menarik tangannya.
“ kak galang! Gak usah kak. Kakak duduk aja biar kania yang buatin tehnya,’’ ujarku sambil beranjak berdiri dan pergi ke tenda dapur. Galang hanya tersenyum dan menganggukan kepala. Saat aku berjalan menuju dapur tiba-tiba. .
BRUUKK!! aduh. .,’’ keluhku saat ada yang menabrakku keras sekali. Stefany?farah?
“ sakit ya?makanya jangan berani ngedeketin galang!! Dia itu gebetan gue tau!! Masih junior aja udah berani deketin senior loe!!,’’ bentak stefany.
“ siapa yang deketin. Biasa aja kok,’’ jawabku lantang.
“ eh,kalo dikasih tau ya dengerin dong!!,’’ kata stefany makin keras suaranya. Sampai yang lain melihat kearahku. Termasuk kak desta. Dia langsung berjalan ke arahku.
“ kenapa fan?,’’ tanya desta yang heran melihat stefany marah-marah.
“ gak kok ta. Ini anak baru udah berani deketin galang,’’ jawab stefany.
“ bener kania?,’’ tanya desta memastikan.
“ gak. Kania gak pernah deketin siapa-siapa. Termasuk kak galang atau senior yang lain. Kita Cuma sebatas junior and senior aja kok. Gak lebih,’’ jawabku.
“ bohong tuh kak fany. Dia pasti jadi cewek penggoda. Dulu aja pacar farah direbut sama dia,’’ kata farah membuat suasana makin panas.
“ oh, jadi loe itu kania yang ngerebut cowok adik gue ya?,’’ tanya stefany dengan wajah seperti mau makan orang. .hiiL. .apa?adik?farah adiknya stefany?pantesan aja sifat sama kelakuannya jahat kayak stefany. .fikirku.
“ eh,farah. Jaga dong mulut loe!! Sejak kapan gue ngerebut cowok loe!!,’’ kesalku.
“ udah-udah!! Jangan ada yang berantem. Fan,mendingan loe pergi deh. Jaga sikap loe. Loe kan senior. Jangan bawa masalah pribadi kesini. Nanti kalo udah selesai ospek terserah loe. And loe anak baru, biarpun stefany kakak loe. Jangan seenaknya loe disini. Loe sama kania sama-sama ospek. Jadi mesti nurut apa yang gue and senior lain bilang,’’ kata desta mencoba jadi penengah. Farah hanya menganggukan kepala. Dan aku langsung pergi meninggalkan mereka menuju dapur. Pasti galang udah nunggu lama nih. .fikirku.
Setelah selesai buat teh, aku kembali ketenda. Kulihat galang tertidur. .
lucu banget sih dia kalo tidur. .hihi,’’ galang tiba-tiba terbangun mendengar ku tertawa.
“ eh, kania. Kok lama sih loe?,’’ tanya galang yang kaget melihat ku datang.
“ maaf ya. Tadi ada masalah sedikit. .nih kak minumnya, terus ini bajunya tadi aku ambil ditas kakak. Maaf ya lancang,’’ kataku tak enak mengambil baju tanpa izin.
“ lho, kok masih panggil gue kakak sih?kan kita lagi santai. Kalo udah mulai ospek baru deh loe manggil gue kakak. Thanks ya kania,’’ ujar galang langsung meminum tehnya. Tapi galang kaget dan tersendak. Karena tehnya terlalu panas.. uhuukk! Duh,panas. .,’’ keluh galang sambil menjulurkan lidahnya kepanasan.
“ hah,panas ya?duh, maaf deh maaf. Tadi kania lupa bilang kalo panas. .hehe,’’ ledekku.
“ dasar loe ya. Mau bales dendam nih sama gue. .haha,’’ ledek galang spontan mengacak-acak rambutku. Aku hanya membalas dengan senyum lebar. . .
Setelah lama kami bercanda,setelah semuanya selesai dengan kerjaannya masing-masing. Ospek pada malam keduapun kembali dimulai. Para senior kembali sibuk dengan urusan ospek agar berjalan lancar. Termasuk galang. Dia Nampak serius mengurusi ospek ini. Memang tanggung jawabnya lebih besar dari yang lain. Dari jauh aku pandangi galang. .
Tuhan, apa dia orang yang kau kirim untukku sebagai pengganti idhan? Apa dia orang yang bisa menyayangiku seperti idhan menyayangiku dulu? Apa dia orang yang bisa membuat hidupku jadi lebih berarti?
Tuhan,jika memamng dia  orang yang sengaja kau kirim untukku, satukanlah kami,jauhkanlah kami dari orang-orang jahat. Jangan biarkan orang seperti farah dan stefany merebutnya dariku. .dan buatlah aku jatuh cinta padanya. . . . pintaku dalam hati. Galangpun melihatku dan tersenyum padaku.
“ aduh-aduh. .ada yang lagi fallin in love nih. .haha,’’ ledek sinta yang dari tadi memperhatikan sikapku.
“ ya nih. .ada yang seneng gitu ta,haha,’’ ledek Zahra ikut-ikutan.
“ ih,sok tau deh loe. Siapa yang suka sih sama dia. Gue gak berniat cari cowok,’’ jawabku malu-malu.
“ udah,gak apa-apa ni. Gue liat-liat loe cocok kok sama dia,’’ ledek Zahra. Aku tak membalas. Hanya diam dan tertawa malu.
“ ayo semua kumpul di tengah-tengah!!,’’ kata galang pake toa agar suaranya terdengar. “ sekarang kita udah masuk malam kedua ospek. Masih ada satu hari lagi kita ospek yang mesti kita laksanain. Acara kali ini adalah jurit malam. Dimana tiap-tiap kelompok cari tanda atau bendera yang udah kita siapin disetiap jalur. Gue dan senior-senior yang lain udah naruh bendera disepanjang jalan hutan ini. Kita juga ngasih pembatas jalan dan petunjuk-petunjuk kearah mana kalian harus jalan. Jadi jangan ada yang coba-coba lewatin pembatas itu. kalo kalian ngelanggar perintah,Resikonya kalian tanggung sendiri.setelah kalian dapet 5 bendera,kalian harus menuju ke pos-pos yang udah kita siapin. Kita juga udah kasih petunjuk dimana pos-pos ada.nanti ada senior-senior yang jaga dipos. Kalian akan dapet tantangan dari seniornya.bisa dimengerti semuanya?!!,’’ jelas galang.
“ ya kak!!!,’’ jawab mahasiswa dan mahasiswi serentak.
“ ok,kalo gitu sebelum kita mulai ada baiknya kita berdoa menurut kepercayaan masing-masing. Berdoa,dimulai. .,’’ suasana hening sejenak. Aku pun juga berdoa agar aku selalu dalam perlindungan-Nya.. “berdoa selesai.. UNIVERSITAS KEDOKTERAN ABDI GUNA!! CAYOO!!,’’ kata galang memberi semangat. Semuanya langsung bergegas untuk mencari bendera-bendera. Aku,sinta,Zahra,dika dan anton satu kelompok. Setiap kelompok selalu ada cowok. Untuk bisa menjaga wanita-wanita. Baru saja aku dan kelompokku pergi, galang menghampiriku.
“ kania!!,’’ panggil galang berlari kearahku.
“ ya kak,ada apa yah?,’’ tanyaku heran.
hati-hati ya ni. Banyak jebakan. Tapi gak bahaya kok,’’ kata galang.
“ oh, pasti kak. Kania bakal hati-hati kok. Makasih ya kak,’’ jawabku beranjak pergi. Sinta dan Zahra tertawa-tawa.
“ kenapa sih loe berdua? Ketawa gak jelas,’’ keluhku.
“ kania,loe kenal lama yah sama galang?,’’ tanya anton,teman kelompokku.
“ ah,gak kok. Gue juga baru kenal disini,Kenapa?,’’ tanyaku heran. sinta dan Zahra asik bercanda-canda sampai-sampai Zahra tersandung batu akibat tersenggol tubuh sinta.
“ aduh!! Ta, pelan-pelan dong loe. Kalo gue jatuh gimana,’’ keluh Zahra.
“ haha, sorry friend..haha,’’ ledek sinta. Aku hanya menggelengkan kepala. Tapi tiba-tiba dika membantu Zahra.
“ loe gak apa-apa ra?,’’ tanya dika dengan tatapan penuh makna.
“ ehm. .ehm. .haha,’’ ledekku. Perjalanan kita lalui dengan penuh canda. Tiba-tiba suasana jadi lebih menyeramkan. Tak sengaja Zahra yang ketakutan menarik tangan dika. Aku dan sinta tertawa melihat mereka berdua.
kyaaaa !!!,’’ teriakku menutup mata karena tiba-tiba melihat sesuatu yang menyeramkan.
“ loe kenapa ni?,’’ tanya sinta heran.
“ i. .itu. .itu ta. .itu. .,’’ kataku gugup karena panic.
“ itu itu apa sih? Yang jelas dong loe,’’ kesal sinta yang semakin bingung.
“ seetaaann!!!. .,’’ teriakku. Zahra pun ikut berteriak karena takut. Kamipun mempercepat langkah kami. Akhirnya satu,dua,tiga sampai lima bendera sudah kami dapat. Tinggal mencari pos. setelah pos kami temukan,seniorpun memberi tantangan.
“ ok,selamat buat kalian.sekarang kalian harus mengatakan “kuntilanak,genderuwo,pocong” sampai tempat acara tadi. Jangan terbalik-balik. Jelas semua?!,’’
“ jelas kak. . ,’’ kamipun kembali melanjutkan perjalanan menyusuri hutan yang sangat gelap dan seram. Dalam perjalanan banyak sekali makhluk-makhluk jahil yang hampir sering kami jumpai. Setelah lama mencari bendera, ke pos senior, akhirnya kami sampai di finish. Sesampainya disana, kami disuruh menyetbukan kata kunci yang tadi di berikan oleh senior di pos. .
“ coba apa kata kunci kalian?,’’ tanya senior .
“ e. .apa ya? Anton loe masih inget gak? Gue lupa nih. Habis tadi banyak banget setan. .,’’ keluhku.
“ kuntilanak, genderuwo,pocong!! Ya,itu kata kuncinya kak,’’ jawab Zahra yang tiba-tiba ingat.
“ ok,kalian lulus,’’ kata senior seketika. Kami pun senang karena kami bisa santai ditenda. Sudah letih sekali seharian melakukan aktifitas. Setelah semua mahasiswi dan mahasiswa kembali, galang menyuruh semua mahasiswi dan siswa kumpul. Karena hari sudah malam galang segera menutup acara malam ini. Kita semua kembali ketenda masing-masing dan beristirahat. Aku juga sudah sangat capek karena seharian ada kegiatan.

_ pagi hari 05.30 WIB_
“ ok, semua kumpul sebentar ya,’’ teriak galang. Semua pun segera kumpul.. “ sengaja gue bangunin kalian pagi-pagi,karena selepas kita mandi ada acara perkenalan satu sama lain terus dilanjuti acara arum jeram. Kelompoknya sama kayak waktu mencari jejak semalem. Nanti habis mandi kita kumpul lagi,ok!! Sekarang bubar and cepet mandi,’’ ujar galang . semuapun bergegas pergi kesungai seperti biasa. Kakiku sakit sekali. Sambil menguap aku,sinta dan Zahra berjalan gontai. Tiba-tiba farah menubrukku dari belakang. Aku kaget dan sangat marah sekali.
BRRUUK!! “ duh,gak punya mata loe ya?,’’ keluhku kesakitan.
“ upps,sorry gak sengaja,’’ ujar farah tanpa merasa bersalah. Diapun langsung pergi dengan teman-teman barunya itu.
“ sabar ni. Gue yakin tuh,yang mau temenan sama dia Cuma takut aja karena dia adik stefany senior paling jutek sejagat raya. Kalo dia bukan adiknya fany,gak akan ada yang mau temenan sama dia,’’ ujar Zahra.
“ loe tenang aja, gue, BUNGA KANIA gak akan tinggal diem. Selesai ospek kita bales. Ok guy’s ,’’ ujarku. Sinta dan Zahra tersenyum puas. Dengan riang kami berjalan menuju pemandian didekat sungai. Setelah kita semua selesai mandi dan pakai baju. Acara kembali dimulai. .
“ PAGI SEMUA !!,’’ salam galang.
“ PAGI KAAKKK . . . ,’’jawab kami serentak.
“ ok, kalo gitu gue juga gak pengen lama-lama. Gue Cuma pengen kasih tau ke loe semua kalo besok, malem ospek kita yang terakhir. Gue pengen kalian harus saling kenal satu sama lain. Jadi intinya kalian harus minta foto,biodata,tanda tangan,and nomer handphone dari senior-senior. Jangan ada satupun senior yang gak kalian minta. Termasuk gue,ngerti semua?” jelas galang. Wajahnya pun berubah jadi cuek.
“ yes!! Gue suka saat-saat kayak gini. .hehe,’’ bisik sinta ditelingaku.
“ kenapa ta? Oh,gue tau. Pasti biar loe dapet gebetan senior ya?,’’ ujarku yang sudah tau fikiran sinta.
“ haha, tau aja loe ni. Loe pasti gampang dapetin tanda tangan,apa lagi foto. Pasti pada mau loe foto. Atau gak mereka yang ngajakin foto bareng. Senior kita kan genit-genit ni,’’ kata sinta.
“ ngaco loe ta kalo ngomong. .haha,’’ ledekku. Setelah galang selesai memberi penjelasan,semuanya pun kembali sibuk dengan tugas yang harus segera selesai. Termasuk aku,Zahra dan sinta. Siapa yang pertama gue minta ya??fikirku. .baru saja aku berfikir tiba-tiba desta dan rendi langsung menghampiri kami bertiga.
“ eh, pada mau minta foto and tanda tangan gue gak?hehe,’’ ledek desta dengan wajah yang sok ganteng. .hihi
“ haha. .bisa aja loe kak. Langsung nawarin diri gitu. Boleh dong,’’ ledekku balik. Zahra dan sinta hanya tertawa melihat mereka berdua. Desta dan rendi dengan senang hati untuk memberikan foto,tanda tangan dan biodatanya pada kami. Yang paling susah adalah minta tanda tangan stefany. Kakak senior yang paling menyebalkan bagiku. Dan entah mengapa hanya Zahra dan sinta saja yang dapat tanda tangan serta biodata dan foto. Sedangkan aku tidak, justru dia malah mengerjaiku. .
“ eh,kania. Sini loe,’’ panggil stefany.
“ i..iya. .kenapa kak?,’’ tanyaku gugup.
“ loe butuh tanda tangan gue kan?pastilah,kalo gak dapet loe pasti bakal kena hukum dari senior yang lain. Gue bakal menuhin syarat dari tugas loe,kalo loe mau nurutin perintah gue,’’ ujar stefany dengan wajah licik.
“ apa?,’’ tanyaku singkat. Aku sudah yakin dia bakal ngerjain aku lagi.kapan sih ospeknya kelar?gue udah mau mati dikerjain terus. .
“ sabar ya ni,’’ bisik sinta. Mereka hanya menungguku. Akupun menghampiri stefany yang siap mengerjaiku seharian ini. Tubuhku terasa lemas. Karena tiada hari tanpa penyiksaan.
“ sekarang loe panggil si desta kesini,tapi sambil jalan jongkok,’’ ujar stefany yang semakin nyebelin. Gila banget nih stefany. Makin hari makin nyebelin,tiap hari ngerjain gue terus. . dari jauh kulihat galang. Dia sepertinya berubah, entah mengapa dia jadi cuek padaku. Biasanya dia selalu membelaku saat aku dikerjain stefany. Tapi kali ini tidak. Dia hanya terdiam dan melihat dari jauh. . .
Dengan terpaksa aku mengikuti perintah stefany. Sambil cemberut aku berjalan jongkok menuju desta yang ada ditenda senior. Jarak dari tempat aku ke tenda senior lumayan jauh.
Tega banget sih stefany, mana panas banget. .mata gue mulai berkunang-kunang nih. .keluhku. aku berhenti sejenak. .namun stefany menghampiriku.
“ heh!! Suruh siapa loe duduk?! Terusin !!,’’ bentak stefany.
“ ya kak. .,’’ dengan sangat lemas aku jalan jongkok. Galang terlihat ingin menolong tapi saat aku menengok kearahnya dia langsung membalikkan muka. Tubuhku sudah tak kuat lagi dan akupun tak sadarkan diri. Galang berlari ke arahku dan segera menolongku.
“ fany!! Loe gila ya !! kita emang senior,tapi jangan terlalu keras gitu!! Liat nih ulah loe !!,’’ bentak galang yang langsung membawaku ke tenda. Dengan sigap dia mengoleskan minyak angin ke leherku. Zahra dan sinta datang. .
“ kania kenapa lagi kak?,’’ tanya sinta.
“ dia Cuma kecapean aja, loe sepupunya kania ya?,’’ tanya galang.
“ ya,kenapa kak?,’’
“ kania punya penyakit dalem gak sih? Dia gampang banget pingsan,’’ tanya galang. Sinta hanya terdiam. Akupun mulai membuka mata perlahan.
heh,bodoh banget sih loe!! kenapa loe mau aja disuruh stefany?,’’ bentak galang.
“ i. .itu. .gue. .,’’
“ loe takut kena hukum gara-gara gak dapet tanda tangan dia? ya!!,’’
“ iya. .,’’ jawabku tertunduk lemas.
“ loe emang bodoh!! Ada gue!! Biarpun loe gak dapet, loe bebas dari hukuman, karena anak-anak juga tau sifat stefany kayak apa!!,’’ ketus galang.
“ loe itu kenapa sih!! Kenapa jadi marah-marah sama gue!! Gue tau kok gue emang bodoh!! Karena terlalu bodoh Sampe-sampe gue naksir sama loe!!,’’ ujarku lepas kendali. Serentak sinta dan zahra memandang kearahku penuh tanya. Galang terlihat terkejut.untung saja aku ditenda,jadi tak ada orang banyak. Oh,my god!! Ngomong apa gue barusan. .fikirku.
“ e. .te. .terus udah mendingan loe?”tanya galang gugup.
“ udah kok,’’ kataku mencoba bangun. Terlihat sekali wajah panic galang. Tapi dia pura-pura cuek.
“ eh,jangan bangun dulu loe!! Udah tidur aja deh. Nanti pingsan lagi. Ngerepotin gue aja loe,’’ ujar galang yang cuek tapi khawatir.
“ yee, siapa juga yang mau ditolong sama loe,’’ keluhku.
“ yaudah deh,gue balik keluar. loe tidur aja dulu,’’ kata galang yang langsung keluar.
“ kenapa sih loe berdua? Kok jadi pada berantem? Bukannya kemarin mesra banget ya?terus yang tadi loe bilang bener ni?,’’tanya sinta penasaran.
e.. itu. .ya gak lah ta.. Cuma bercanda tadi.gue juga gak tau, Dia duluan yang jadi jutek and super nyebelin gini. Gue juga heran apalagi loe ta,” jawabku. Aku pun merebahkan tubuhku yang terasa lemas.
“ ya udah, loe istirahat aja ya ni, gue sama Zahra kelapangan dulu. Kayaknya ada tugas baru deh. Bye,’’ ujar sinta. Mereka pun keluar dan mengikuti petunjuk acara yang di umumkan galang.
“ ok, kita udah deket sama acara penutupan, nanti malem kita bakal adain acara penutupan ospek. Karena besok pagi-pagi kita semua balik kejakarta. Maka dari itu, selain nanti malem acara penutupan, itu juga jadi acara kedekatan kita semua yang terakhir. Kalian bebas ngeluapin marah kalian sama senior disini…,’’ belum selesai galang bicara semua serentak berteriak gembira.. ssstt, tenang dong. Kayaknya kalian seneng banget sama acara yang satu itu,” canda galang. . ok deh,kita mulai aja ya acara arum jeramnya. Gue harap kalian bisa jaga diri kalian baik-baik. Senior juga bakal terus mantau kalian kok. Semua kumpul sama kelompoknya masing-masing. Jangan lupa perlengkapannya dipake. Dengerin juga pemandunya baik-baik. Jelas semua?!!,’’
“ jelasss !!,’’ teriak semuanya serentak. galang bergegas menuju ketendaku.
“ heh, bangun loe. Tidur terus. Udah mulai acara arum jeram tuh,’’ ujar galang menggoyangkan tubuhku. Akupun belum terbangun.
“ duuuhh, sakit. .galang,loe kenapa jadi jutek sama gue sih. .,’’ ujarku yang tak sadar. Galang terdiam. . galang,jahat sama gue. Gue disiksa loe diem aja. .jahat. . ujarku yang terus saja mengigau. Galang membelai rambutku dengan sangat lembut. Ketika kubuka mata. .
“ heh,ngapain loe disini!!?,’’ tanyaku kaget. Galangpun jadi salah tingkah.
“ e. .eh,loe tidur terus. Dari tadi gue bangunin tapi loe gak bangun-bangun. Udah sekarang bangun loe. Loe aja yang belum ngumpul. Yang lain udah pada mulai. Cepet!!,’’ kata galang salah tingkah.
“ ya ya ya, gak usah pake narik-narik tangan gue kali,’’ keluhku sambil cemberut dan beranjak bangun.
“ loe langsung aja gabung sama kelompok loe,’’ kata galang yang langsung pergi begitu saja.
“ ih,jahat loe. Gue ditinggal gitu aja. Awas loe ya. .,’’ umpatku sambil berjalan gontai.
“ ya ampun kania, sorry ya. .kita lupa bangunin loe,’’ kata sinta minta maaf.
“ ah, loe gimana sih. Jahat gak bangunin gue, jadinya galang deh yang bangunin. Nyebelin banget tuh orang,’’ keluhku.
“ ya udah sekarang loe pake deh perlengkapannya,’’ ujar sinta. kamipun memakai semua perlengkapan yang diberikan oleh pemandu. Setelah semua selesai memakai perlengkapan, kami semua perlahan-lahan turun dan menaiki perahu karet yang biasa digunakan saat berarum jeram. Tentu saja dibantu dengan pemandu.
“ ta,pegang gue ya. Anton,dika, loe duluan deh,kan loe cowok, jadi harus melindungi wanita,hehe,’’ candaku.
“ dasar loe. Yaudah,gue dulu,’’ ujar dika. Dika langsung naik perahu duluan setelah itu baru anton.
“ ra, sini turun,gue bantu kok,’’ ujar dika yang membantu Zahra terlebih dahulu.
“ eh,dasar loe curang,tau deh yang lagi cinta-cintaan,’’ ledek sinta. Akupun ikut tertawa.
“ apaan sih loe ta,’’ kata Zahra yang mukanya memerah karena malu. Setelah Zahra naik, lalu sinta dan baru aku yang naik terakhir. Arusnya deras sekali. Aku sedikit takut. Berharap tidak terjadi apa-apa. Satu persatu perahupun mulai melaju. Setiap perahu ada satu pemandu yang menjaga. Seniorpun juga memantau. Perahu kamipun melaju. .
“ wiihh, asik banget ni,’’ ujar sinta.
“ gila loe ya, gue takut banget,’’ ujar Zahra yang terlihat panic.
“ tenang aja ra,kan ada abang dika,hehe,’’ ledekku. Zahra tersipu malu.
Setelah berapa lama berarum jeram,kami pun selesai. Semuanya langsung naik keatas dan bergegas ganti baju. saat aku dan yang lainnya berjalan tiba-tiba stefany menyenggolku dan membuat aku terjatuh ke sungai. .
“ kania !! kak, tolongin kania kak,’’ teriak sinta memanggil galang.
“ tooloong !!,’’ teriakku. Galang langsung berlari dan menyeburkan diri kesungai. Arusnya deras sekali. Sudah dua kali aku tercebur. Tak akan aku biarkan orang yang jahat padaku seenaknya.
“ kania,tahan ya!!,’’ teriak galang yang berusaha meraihku. Tubuhku hanyut terbawa arus. Yang lain berlari mengikuti aku yang sudah tak sadarkan diri terbawa arus. Galangpun dapat meraih tubuhku. Dan membawaku kedaratan. .
“ kania,sadar ni,’’ ujar galang menepuk-nepuk pipiku. Aku tetap tak sadarkan diri. Dan untuk yang kedua kalinya galang memberiku nafas buatan. Aku masih tak sadarkan diri. Hingga berulang kali galang memberiku nafas buatan. Tak berapa lama. .
“ uuhuuk. .,’’ aku tersentak dan air keluar dari mulutku. Galang tersenyum dan menyuruh sinta untuk mengurusku.
“sinta,loe urusin kania ya,’’ ujar galang langsung pergi. Sinta hanya menganggukan kepala.
“ ni,loe gak apa-apa kan? Siapa sih yang jahat sama loe. Ya ampun ni,sabar ya,’’ ujar sinta. Aku hanya diam dan dika,anton segera membawaku ke tenda.
thanks ya ta,’’ ujarku setelah ganti baju dan sudah membaik.
“ jangan terima kasih sama kita ni,tapi galang. Dia yang nolong loe tadi,’’ ujar sinta.
“ ya ni,dua kali dia nyium loe, romantis banget yah,’’ ledek Zahra. Aku kaget. .what?dua kali??. .bisikku.
“ bener ni, dua kali dia nyium loe,’’ ledek sinta mengikuti.
“ bisa aja loe, dia bukan nyium tau, tapi ngasih gue nafas buatan,sembarangan loe,’’ ujarku menjitak kepala Zahra dan sinta.
“ tapi dia kemana ya ta?,’’ tanya Zahra.
“ tadi gue liat dia nyamperin stefany,’’ jawab sinta. Diluar galang menghampiri stefany. Dengan penuh amarah dia menarik tangan stefany.
“ duh, pelan-pelan dong,kenapa sih loe kasar banget sama gue?,’’ tanya stefany yang tak merasa bersalah.
“ heh, gue tau loe kan yang dorong kania sampe dia jatuh!! Ngaku deh loe!!,’’ bentak galang. Seketika semuanya menengok kearah galang.
“ mak. .maksud loe apa?gue gak ngerti?,’’ tanya stefany.
“ gak usah pura-pura bego deh loe!! Kenapa sih loe jahat banget sama kania? Dia salah apa sama loe??,’’
“ itu bukan urusan loe,’’ jawab stefany yang beranjak pergi. Tapi galang menarik tangannya.
“ heh, perlu loe tau. Urusan kania itu jadi tanggung jawab gue !! jadi jangan berani macem-macem sama kania. Loe bakal tanggung akibatnya!!,’’ ujar galang. Dia pun langsung meninggalkan stefany. Acara ospekpun jadi tak sesuai rencana. Semua bebas. Baru akan dimulai lagi nanti malam yaitu malam penutupan. Dan akhirnya malampun tiba,Ditenda aku, zahra dan sinta asik bercanda. Tiba-tiba dika datang.
“ hai,udah mendingan ni?,’’ tanya dika.
“ ya,udah kok. Gak usah basa basi loe. Pasti nyari zahra kan?hehe,’’ ledekku.
“ bisa aja loe ni, iya sih..hehe,’’ ujar dika yang malu. Zahra dan dika pun keluar. tinggallah aku dan sinta.
“ huh, gue aja nih yang belum dapet gebetan disini. Loe berdua enak udah dapet,’’ keluh sinta.
“haha. .dasar loe ta. Pikiran loe cowok terus. Kata siapa gue udah dapet?,’’
“ eh,galang kayaknya naksir tuh sama loe. Dia selalu belain loe. Bahkan dia pahlawan cinta loe ni, romantisnya waktu dia nyelametin loe gitu. Kayak difilm-film ni. .oh, so sweet. . haha,’’ ledek sinta. Akupun terdiam. Tak menyangka dua kali galang menyentuh bibirku.
“ bisa aja loe,’’ ujarku. Tiba-tiba galang datang.
“ eh, udah mendingan loe?,’’ tanya galang cuek.
“ kenapa ? oh ya, thank’s ya udah nolongin gue,’’ jawabku cemberut.
“ eh,jelek loe. Ngerepotin gue terus loe. Berapa kali loe nyebur,gue terus yang nolong. Nih, makanan buat loe,’’ kata galang menyodorkan roti.
“ itukan tugas loe,’’ jawabku singkat sambil melahap roti dengan kesal.
“ udah,makan terus langsung kedepan, kumpul bentar,’’ kata galang langsung pergi.
“ dia aneh ya ni, jutek tapi perhatian banget sama loe. Tadi aja gue liat stefany kena semprot dia tuh. Belain loe gitu ni,’’ kata sinta.
“ gue juga heran ta, tadinya dia baik banget sama gue. Tapi jadi jutek gitu. Aneh banget tuh,’’
“ biar aneh tapi suka kan?’’,, ledek sinta. Aku hanya tersipu malu. Galang emang jutek sih, tapi perhatian banget sama aku. Dasar cowok aneh, tapi ganteng. .hihi. .fikirku sambil tersenyum-senyum gak jelas. Galang pun memberi tau untuk kumpul. Setelah semua kumpul.
“ malam semua. .ini malem terakhir kita ngelaksanain ospek. Gue dan senior yang lain minta maaf kalo selama ospek ada hal-hal yang buat loe semua sakit hati. Gue harap gak ada yang dendam sama kita. Sekarang loe semua boleh ngeluapin marah loe sama kita. Kita terima kok. Sebelum itu kumpulin dulu surat buat senior idaman kalian. Satu orang ada yang bantu gue ngumpulin suratnya terus taruh aja ditenda senior. Ok, semuanya kumpulin suratnya ya. Terus pilih aja senior yang mau kalian marahin. Sekali lagi gue dan senior yang lain minta maaf sama loe semua,’’ ujar galang menutup acara ospek.
“ akhirnya kelar juga penderitaan gue ta, saatnya gue bales dendam sama orang yang udah jahat sama gue,’’ ujarku langsung berjalan menghampiri stefany dan farah.
“ ngapain loe? Mau marahin gue? Berani?,’’ ujar stefany.
“ heh,loe kira gue takut ya sama loe? Gak sama sekali,’’ bentakku. Serentak semua memperhatikan aku. Termasuk galang. Entah mengapa dia tersenyum. Mungkin dia senang melihatku tegas.
“ oh, jadi loe berani sama gue!!,’’
“ kenapa?jangan loe kira gue diem itu berarti gue takut sama loe berdua!! Denger yah,gue gak pernah takut sama siapapun termasuk loe!! Gue kuliah bukan mau cari musuh,tapi kalo loe nantangin gue, gue ikutin tantangan loe!! Loe jahat sama gue,gue juga bakal lebih jahat sama loe!! Inget loe!!,’’ bentakku.
“ kania !!! berani loe ya sama gue!! Sini loe!!,’’ kata stefany.
“ apa? Loe mau tampar gue? Tampar nih. Gue juga bakal nampar loe balik. Loe pikir karena loe senior gue takut gitu sama loe!! Loe udah buat gue celaka selama ini!! Kalo gue mau,gue bisa aja lapor ke senat. Biar loe di DROP OUT dari kampus ini. Sayangnya gue males. Ngapain juga gue ngurusin orang gak penting kayak loe!!,’’ ujarku yang langsung pergi meninggalkan stefany dan farah yang nampak kesal. Aku berjalan kembali menuju tenda,air mata tiba-tiba menetes. Aku tak kuasa menahan semua beban ini. Galangpun menghampiriku.
“ loe baik-baik aja kan?,’’ tanya galang yang duduk disampingku dan mengusap air mataku.
“ eh,loe. .kenapa?,’’ tanyaku kaget.
“ kenapa loe nangis? Gue seneng liat loe tadi. Gue pikir loe lemah, tapi gue salut ni,’’
“ gue gak pernah takut sama siapapun. Gue juga gak mungkin biarin orang nyakitin gue dan..nyakitin orang yang gue sayang. . ,’’ akupun menatap galang. Galang salah tingkah.
“ e. .i. .itu bagus ni. Jadi cewek harus kuat. Ok. Gue selalu dukung loe kok,’’ ujar galang menatapku balik. Kami pun bertatapan. Wajah galang serasa mendekat. .lho,kenapa ini?kenapa gue gak bisa bergerak ya. . jadi deg deg-an gini. Apa galang mau nyium gue untuk yang ketiga kalinya??.bisikku dalam hati. .
“ jangan salah tingkah gitu loe. .siapa yang mau cium loe. .yee,’’ bisik galang ditelingaku.
“ dasar loe!!! Sana pergi. .jahat. . ,’’ ujarku sambil menjitak galang. Dia hanya tertawa dan kembali jutek.
“ haha. .udah,beres-beres sana. Biar besok tinggal bawa. Jangan bikin gue repot loe!!,’’ ujar galang.
“ bawel !! sana-sana . .,’’ kesalku sambil mendorong-dorong galang keluar.
“ apan sih loe, ga usah pake dorong-dorong bisa gak sih,’’ keluh galang yang langsung pergi keluar. kenapa perasaan ku jadi seperti ini sama galang? Apa mungkin aku suka galang? Gak. .aku gak mungkin suka sama cowok super nyebelin kayak dia. .bisikku dalam hati.
“ kania!!!,’’ teriak sinta yang baru datang.
“ ih, apaan sih loe. Kaget ni gue. Darimana aja loe? Pergi gak bilang-bilang,’’ keluhku kaget.
“ emm.. gue dapet gebetan loh, haha. .,’’ jawab sinta tersenyum-senyum sendiri.
“ dasar. .kalo udah menyangkut cowok, lupa deh loe sama gue. Emangnya loe kenalan sama siapa sih?,’’
“ sama senior. Temennya galang. Namanya raihan. Orangnya ganteng deh. .galang sih lewat..haha,’’
“ tau ah,pusing gue dengerin loe. Mendingan sekarang kita beres beres deh. Biar besok gampang gak terburu-buru,’’ ujarku sambil merapikan baju dan memasukan ke tas. Zahrapun kembali. Dia juga seperti sinta senyum-senyum sendiri gak jelas. Mungkin dia senang karena berdua dika tadi. Malam semakin larut. Api unggun pun mulai dinyalakan. Suasana jadi makin hangat. Aku,sinta dan zahra duduk didepan tenda. Semuanya juga bersenang-senang dimalam ospek yang terakhir. Tiba-tiba desta menghampiriku. .
“ hai. .ganggu gak gue kesini?,’’ tanya desta.
“ oh, gak kok. Duduk aja lagi. Kenapa ya?,’’ tanyaku.
“ gak,gue Cuma mau ngobrol aja. Maklum malem ospek terakhir. Jadi gue pengen deket aja sama junior disini. Termasuk loe ni,”
“ bisa aja loe. .haha. .tumben sendirian? Temen loe kemana?,’’
“ oh,si rendi? Gak tau gue. .biasa lah namanya juga cowok,’’
“ terus kalo si raihan mana des?,’’ tanya sinta yang tiba-tiba ikut-ikutan.
“ dasar loe ta. .dapet juga nih gebetan? Haha,’’ ledek zahra.
“ ya dong, emang loe aja yang bisa dapet gebetan. Gue juga bisa tau. Bahkan senior. .haha,’’ balas sinta. Zahra hanya tertawa sambil menjitak sinta. Raihan pun tiba-tiba datang,begitu juga dika. Huh,bt deh gue. .pacaran semua. .gue sama siapa nih. .masa sama desta. .bisikku dalam hati.
“ wihh. .rame banget nih. .,’’ kata raihan dan dika yang baru datang.
“ ehm. .ehm. .gue jadi gak enak nih. .pergi aja deh gue,’’ keluhku beranjak bangun. Tapi desta menarik tanganku. Tak sengaja galang melihat kearah ku. Tampangnya jutek.
“ mau kemana ni?kan ada gue,’’ ujar desta. Aku hanya tertawa. Tiba-tiba galang datang. .
“ eh,ngapain loe disini? Gantian dong loe yang  urusin buat besok. Gue capek kerja seharian. Bagi-bagi tugas dong bro. .,’’ ujar galang sambil menepuk pundak desta.
“ ganggu aja loe lang. lagi asik nih gue. .payah loe. .ya udah gue cabut deh. Kania,gue cabut ya,’’ ujar desta langsung pergi. Aku hanya tersenyum. Ku berjalan menjauh dari tenda. Tak enak aku disana. Entah mengapa galang mengikutiku. .
“ ngapain loe ngikutin gue?,’’ keluhku menengok ke arah galang.
ge-er banget loe. .gue mau nyari angin kok,’’ jawab galang bersiul-siul gak jelas. Nyebelin banget nih orang. .bisikku.
“ dasar loe nyebelin. Senior kok nyebelin banget,’’ umpatku menambah kecepatan melangkah.
“ eh,tunggu. Mau kemana sih loe,’’ panggil galang berlari mengejarku.
“ katanya gak ngikutin gue,kenapa masih disini?,’’
“ kania, waktu loe pingsan loe gak sadar ya ngomong apa?,’’ tanya galang memulai pembicaraan.
“ gue? Ngomong apa emangnya? Gue gak tau deh,’’ jawabku bingung atas pertanyaan galang.
“ e. .loe bilang suka sama gue,’’ ujar galang ragu.
what?!! Gu. .gue bilang gitu?,’’ aku terkaget. Masa sih gue bisa keceplosan gitu? Mati gue. .bisikku.
“ i. .iya. .loe bilang gitu. Waktu loe marah sama gue,loe juga ucapin hal yang sama.Tapi lupain aja deh. Gak penting mikirin cewek aneh kaya loe,’’ ledek galang mengacak-acak rambutku dan berlari.
“ galaang. .!! awas loe ya !!,’’ kesalku berlari mengejar galang. Entah kenapa sejak aku mengenal galang. Aku tak pernah sedih lagi akan masa lalu ku bersama idhan. Galang selalu buat aku tertawa. Meskipun pertemuan kami tak mengenakan. Tapi sejauh ini, dia selalu perhatian padaku. Walaupun terkadang dia tak mengakui hal baiknya. Biarlah. Aku sudah cukup senang apa yang sudah aku lalui disini. Di OSPEK yang penuh kenangan, sedih,senang dan tak akan aku lupa. .

JJJJ

“ pagi semuaa. . .,” sapa galang. Pagi kembali datang. Dan pagi ini adalah hari terakhir aku OSPEK. Sedih, tapi tak mengapa,karena aku bisa tetap melihat dan bertemu galang dikampus. Walaupun aku tau dia tak akan mengingat kejadian selama OSPEK. .
“ pagi kak. . ,’’ jawab mahasiswa serentak.
“ akhirnya hari OSPEK kita selesai sampai disini.”. semuanya bertepuk tangan dan bersorak gembira. . “ ok. .tenang semuanya. .gue dan senior yang lain berterima kasih sama kalian semua karena kalian udah mau ikut dan berpartisipasi sama acara kita ini. Kami juga mau bilang SELAMAT DATANG DI UNIVERSITAS KEDOKTERAN ABDI GUNA. .,’’ tepuk tangan kembali terdengar. . . “ gue harap kalian bisa jadi mahasiswa dan siswi yang bisa ngejaga nama baik Almamater kampus kita. Kalian harus bisa buat kampus kita jadi unggulan,dan bangga memiliki mahasiswa dan siswi yang berbudi luhur. Untuk itu, kita akhiri OSPEK kita ini dengan doa,semoga kita selamat diperjalan dan selamat sampai tujuan. .berdoa dimulai. .” suasana hening. .
“ berdoa selesai. .UNIVERSITAS KEDOKTERAN ABDI GUNA !! CAYO !!, semua naik ke bus pelan-pelan ya. Naik sesuai nama yang tertera dibus. Ok. .,’’ ujar galang. Aku,sinta dan zahra segera naik kebus dengan cepat.
“ duh,kok barang-barang gue jadi banyak ya..kayaknya waktu berangkat sedikit deh,’’ keluhku sambil membawa barang-barang banyak.
“ ayo ni. .nanti kita gak kebagian. .,’’ ujar sinta. Setelah naik bus. .
“ lho, kok duduk berdua-dua gini sih. .sinta, raihan? Zahra,dika. .gue sama siapa? Jahat loe. .,’’ keluhku. Ih. .jahat loe. .gue dimana ya. .keluhku dalam hati. Tiba-tiba ada yang menarik tanganku..galang?
“ udah,loe duduk sama gue. .,’’ ujar galang menarik tangan dan membawa barang-barangku.
“ ih, apan sih loe. .berat nih gue. .,’’ keluhku dengan wajah cemberut.
“ dasar cewek. Hidup dibikin ribet. Tinggal duduk aja kok susah banget. Udah duduk,’’
“ gak mau. Masa gue mesti duduk sama loe sih. Orang nyebelin,’’
“ emang cewek aneh. Mau duduk dimana lagi loe?,’’. aku menoleh kesana kemari. Tapi tak ada bangku yang kosong. Sial banget sih gue. .
“ udah ni, duduk sama galang aja,’’ ledek sinta.
“ jahat loe. .ya deh ya. .,’’ keluhku. Aku langsung duduk dibangku pojok. Galang tertawa tak jelas.
“ seneng loe liat gue menderita?!!,’’ umpatku.
“ udah diem aja loe. .,’’ ujar galang ikut duduk. Bus pun melaju perlahan. Kami semua meluncur kembali kejakarta. Mungkin akan lama perjalanan. Karena daerahnya cukup jauh. Dalam perjalanan kami semua bernyanyi-nyanyi gembira. Galang asik mendengarkan musik sendiri. Sesekali dia menengok kearahku sambil cemberut. Kubalas dia dengan cemberut juga. .
“ awas loe ya macem-macem sama gue waktu gue tidur,’’ ujarku.
“ dih,siapa juga yang mau macem-macem sama cewek aneh kayak loe,’’ balas galang. Ku jitak kepalanya. .seenaknya saja dia bilang aku ini cewek aneh. Ku ambil makanan di dalam tas. Susah sekali.
“ heh, ngapain sih loe?!!,’’ keluh galang. Aku tak menghiraukannya. Susah banget sih. .keluhku. tiba-tiba galang menyodorkan makanan dan minuman kaleng.
“ nih. .,’’ ujar galang singkat. Aku hanya diam dan menatap galang aneh. Tanpa pikir panjang aku makan saja. .J
Bus pun terus melaju. Dan berhenti sejenak disebuah pom bensin. Disana kami beristirahat atau sekedar buang air. Aku juga menyempatkan untuk buang air kecil. Setelah berapa lama kami kembali meneruskan perjalanan yang masih jauh. Sampai malam tiba. .
“ duh. .,” keluhku. Aku merasa pegal sekali. Kulihat galang sudah tertidur. Entah dia memang tertidur atau hanya menutup mata sambil mendengarkan musik. Ku coba menutup mata sambil bersandar di bangku. Lama kelamaan akupun tertidur. Tapi galang terbangun,tiba-tiba saja dia menggeser kepalaku agar bersender dibahunya. .mungkin dia tak tega melihatku menderita selama ospek. dia menatapku dalam..entah apa yang dipikirannya. aku tersadar. Namun aku hanya diam saat aku tau, aku bersandar dibahu galang. perasaanku jadi tak menentu. Senang sudah pasti. Tiba-tiba. .
CCIIITTS!!!. .bus yang kami kendarai menabrak sebuah pohon. .
“ kania. .kania bangun. .,’’ ujar galang menepuk-nepuk pipiku. .
“ eh,kenapa? Busnya kenapa nih?,’’ ujarku panik. Sontak semuanya yang tadinya tertidur juga ikut panik dan segera turun keluar bus. Tiba-tiba Galang langsung menggenggam tangan ku erat dan segera membawaku keluar. aku hanya terdiam. .
“ ya ampun kania,loe gak apa-apa kan?,’’ tanya sinta panik. Dan dia terkejut melihat galang menggandengku. Sinta dan zahra tertawa kecil. Aku dan galang langsung sadar kalau kami berpegangan tangan.
“ ih,ngapain loe pegang tangan gue,’’ keluhku yang langsung melepaskan tangan dari galang. Galang salah tingkah.
“ e. .eh,siapa juga yang mau gandeng loe. Gue Cuma narik loe turun tau,’’ ujar galang tersipu.
“ alah. .loe berdua sama-sama jaim. .haha,’’ ledek sinta. Aku dan galang hanya terdiam dan sesekali saling melihat sambil cemberut. Galang pergi menghampiri supir bus. Karena dia ketua panitia ospek,jadi dia yang mengurus semuanya,dibantu senior-senior yang lain. Kasian juga ya galang. .gue tau dia capek, tapi masih bisa tanggung jawab. .bisikku dalam hati. Tak berapa lama akhirnya semua urusan bus beres. Walaupun depan bus sedikit lecet. Tapi semua terselesaikan. Semuanyapun kembali masuk ke bus. Tapi aku masih menunggu galang diluar. .
“ ngapain loe masih disini? Masuk sana,’’ ujar galang jutek. Aku kesal dan beranjak masuk. Nyebelin banget loe. .gue perhatian salah. .gak lagi-lagi deh gue. .keluhku dalam hati.
“ gimana,udah beres semuanya?,’’ tanyaku.
“ jelas udah lah, kalo belum kita gak mungkin langsung jalan,dasar bodoh,’’ jawab galang tambah jutek.
“ ih,biasa aja dong jawabnya. Gue juga tanya baik-baik. Jutek banget loe !!,’’ keluhku. Aku pun memalingkan wajahku kejendela. Aku jadi kesal duduk sama dia. . “ awas dong, gue mau pindah aja deh,’’ keluhku beranjak bangun.
“ eh,ja. .jangan,disini aja duduk sama gue. Kan loe tau bangkunya udah penuh. Udah deh gak usah pindah-pindah,’’ kata galang dengan wajah memelas tapi masih cuek.
“ loe sih nyebelin. Jadi kesel gue duduk disini,’’
sorry deh,’’ jawab galang singkat dan kembali mendengarkan musik. Aku kembali menghadap jendela dan mencoba menutup mata. Dingin sekali rasanya. Aku melipat kedua tanganku. Baju hangat yang kupakai ternyata tak berpengaruh,aku masih merasa kedinginan. Tiba-tiba galang membuka jaketnya dan menyelimuti ku.
“ e. .eh, gak usah. Biar loe yang pakai aja,’’ ujarku malu-malu.
“ udah,gue tau loe kedinginan. Gak usah sok nolak gitu deh,’’ jawabnya jutek.
thank’s,’’ jawabku singkat. Aku menatap wajah galang yang sedang asik mendengarkan lagu. Gue heran deh sama dia. .sebenernya secara gak langsung dia baik banget sama gue. .tapi kenapa dia jutek gitu ya sikapnya. .dasar cowok aneh. .
Perjalanan masih sangat panjang. Haripun sudah mulai senja. Matahari yang tadinya bersinar terang kini mulai pergi. .semuanya kembali bersenang-senang dibus. Tapi kepalaku agak berat. Ku tetap pejamkan mata. Mungkin sakit ini akan hilang jika aku tertidur. Bus berhenti disalah satu restauran. .
“ ok, semuanya turun buat makan ya. .,’’ ujar galang memberi pengumuman. . “ kania,bangun. .makan dulu. Jangan tidur terus loe !,’’ kata galang sambil menggoyangkan tubuhku.
“ duh, apa sih? Pusing gue. Udah turun sana. Gue belakangan,’’ keluhku masih memejamkan mata. Galang memegang keningku.
“ ya ampun,panas banget. Loe sakit ya,’’ ucap galang panik.
“ udah sana. Biasa aja kok gue. Sana sana !!,,’’ keluhku sambil mendorong-dorong galang.
“ belagu loe. Yaudah gue turun. Siapa juga yang mau mikirin cewek belagu kayak loe,’’ jawab galang cuek. Galangpun pergi meninggalkan ku sendiri. Tapi ternyata. .
“ eh,loe temennya kania kan. Dia sakit tuh. Loe jagain dia sana. Gue bantuin dia gak mau. Dasar cewek belagu, gue mau ngurusin semuanya dulu,’’ kata galang sambil menepuk pundak sinta dan mengajak raihan untuk membantunya mengurusi makanan. Sinta hanya menganggukan kepala dan segera menghampiriku.
“ ni, loe kenapa? Makan dulu yuk,’’ ajak sinta.
“ ya. .bantuin gue bangun dong. Sakit nih kepala gue,’’ keluhku. Aku menarik tangan sinta dan berusaha kuat untuk bangun. Zahra juga ikut membantu.
“ ya ampun. .nanti minum obat ya ni,’’ ujar zahra tak tega. Kamipun turun dari bus. Terlihat galang sedang sibuk mengurusi mahasiswa. Dia melihat kearahku jutek. Akupun membalas dengan cemberut. Ku coba untuk makan tapi tak enak. Rasanya ingin muntah, tapi aku tahan. Aku tak enak dengan yang lain. Setelah selesai makan, aku ke toilet sebentar dan langsung kembali kebus. Dijalan aku berpapasan dengan farah dan teman barunya. .
“ pura-pura sakit ya, biar diperhatiin sama galang and senior yang lain?,’’ ketus farah.
“ jaga mulut loe!!,’’ bentak sinta yang tak terima aku dilecehkan farah. Aku hanya terdiam dan mencoba menenangkan sinta. Aku sedang tak enak untuk bertengkar dengan siapapun. Farah hanya menatap dengan tatapan sinis.
 aku segera masu ke bus. Mudah-mudahan sakit gue sembuh. Gak enak banget jalan-jalan kayak gini sakit. .fikirku. sinta dan zahra kembali ketempat duduknya. Begitupun aku. Anak-anak yang lain masih diluar menghirup udara sejuk. .ya ampun. Jaketnya galang sama gue??!! Berarti dia gak pake dong.. kasian banget,udara kan dingin banget. .bisikku dalam hati. ku pandangi suasana asri dari jendela. Hujan rintik membuat suasana makin dingin. Tapi indah sekali rintik hujan yang turun dijendela. Ku menoleh kesana kemari mencari galang, tapi aku tak melihatnya.. kemana ya dia? Hujan gini. Nanti sakit gimana. .bisikku khawatir. Tak lama semua mahasiswa dan siswi masuk kebus. Bus yang lain juga perlahan melaju. Galang pun akhirnya masuk kulihat wajahnya lemas sekali. Mungin dia sakit. Berapa hari ini dia tak istirahat. Tiba-tiba dia menyodorkan obat untukku. .
“ minum nih. .,’’ kata galang yang tetap jutek. Galang melipat kedua tangannya. Mungkin dia kedinginan. .
thank’s. .,’’ jawabku singkat. Kulihat wajah galang yang nampak pucat.
“ kenapa loe liat gue kayak gitu?,’’ ketus galang.
“ ah, gak kok. Loe sakit ya?,’’
“ bukan urusan loe,’’ jawabnya ketus. Akupun langsung memakaikan jaketnya yang ada padaku ketubuh galang. Dia menatapku dengan tatapan aneh.
“ gue tau kok loe sakit,’’ ledekku. Ku ambil minyak angin dari tas kecilku. Ku oleskan ke kepala galang. Dia hanya terdiam menatapku dalam,tapi aku tak menghiraukannya,yang penting dia tak sakit..
“ e. .eh, sini gue bisa sendiri kok. Loe istirahat aja,’’ ujar galang salah tingkah. Aku hanya tertawa kecil.
“ dasar loe cowok munafik. Sakit-sakit masih sempet jaim sama gue,’’ kataku menepuk pipinya. Dia hanya tertawa kecil. .biarpun sekedar senyum loe manis juga. .bisikku dalam hati. galang mulai memejamkan mata. Ku lihat wajah lugunya saat tertidur, ku coba pegang keningnya. .gila,panas banget. Rambutnya juga basah. Dia pasti kehujanan. Aku langsung menelfon sinta, walaupun jarak tempat duduk kami tak jauh,tapi aku tak bisa keluar karena galang duduk dipinggir.
“ kenapa cinn. .,’’ ledek sinta dari ujung telfon.
“ ta,gue minta tolong nih, tolong loe bilang raihan,kalau ada apa-apa menyangkut urusan ospek tanganin dulu ya. Galang sakit. Gue gak tega, kayaknya dia kecapean deh. Loe tau sendiri dia gak pernah istirahat,’’ uajrku.
“ ehm. .ehm. .khawatir nih ceritanya. .haha,’’ ledek sinta.
“ udah..jangan bawel loe. Nurut aja apa kata gue. .ok!,’’
“ sip bos. .,’’ kata sinta langsung menutup telfon. Ku ambil minyak angin dari tangan galang,ku oleskan lagi ke lehernya. Dia tetap tertidur. Ku pijat tangannya agar lebih rileks. Biar gimanapun dia sudah banyak menolongku. tiba-tiba dia terbangun. .
“ eh. .eh, sorry ya. .,’’ kataku panik.
“ ngapain loe pegang-pegang gue!,’’ ketus galang.
“ gak kok. Gue. .gue. .gue gak ngapa-ngapain kok. Bener deh,’’ ujarku mengacungkan kedua jariku.
“ dasar cewek aneh. .uuhukkh. .uuhukkh!! . .,’’. kata galang yang tiba-tiba terbatuk.
“ eh,loe gak apa-apa? Minum nih,’’ tanyaku sedikit panik. Ku langsung menyodorkan air mineral yang ku bawa. Setelah minum, galang langsung bersender di bahuku. Jelas aku kaget. Jantungku berdebar kencang. .kenapa aku ini. .
“ haha. .,’’ tiba-tiba galang tertawa.
“ ke. .kenapa loe,’’ tanyaku heran.
“ loe deg-degan ya? Ngaku loe. .haha,’’ ledek galang.
“ iihh!! Jahat loe!! Benci gue!!,’’ keluhku memukul-mukul bahunya.
“ aduh. .aduh!!,sakit tau. .udah,gak usah malu gitu sama gue,’’ ujarnya sambil mengacak-acak rambutku. Galang langsung menarik kepalaku agar bersandar dibahunya.
“ eh. .eh. .ngapain loe!,,” bentakku kaget.
“ udah. .sandaran dibahu gue biar gak sakit kepala loe,’’ ujar galang sambil tertawa tak jelas. Memang aku nyaman sekali dibahunya. hangat tubuhnya sangat terasa. .
Tuhan. .apa dia yang kau kirim untuk menggantikan idhan? Jika memang dia, jangan kau ambil dia dariku. .jangan kau jauhkan dia dariku. .dekatkanlah aku dengannya. .selalu. .pintaku dalam hati. Ku pejamkan mataku yang sudah lelah. Kepalaku kembali sakit,tapi aku merasakan tangan hangat menyentuh pipiku,membelai rambutku. hangat dan sangat lembut. .galang??. .ku hanya bisa terdiam saat dia membelaiku. Aku tak tau apa yang kurasakan saat ini. Kesedihan akan cintaku yang telah pergi,kini tak lagi kurasakan.
Malampun tiba. Tanpa sadar aku tertidur dibahu galang. Kudengar seperti ada yang berbicara lewat telfon. Galang? Telfon siapa dia. .bisikku yang masih bersandar.
“ loe tenang aja. Gue bakal ngejaga dia kok. Semampu gue, dia akan selalu gue lindungi. Tanpa sepengetahuannya. .,’’ bisik galang pada seseorang lewat telfon. Dia pun menutup telfonnya sambil melihat kearahku dan kembali memejamkan mata.. galang ngomong sama siapa ya? Siapa yang mau dia jaga? Apa dia udah punya pacar. .duh,kenapa gue sedih gini ya. .bisikku dalam hati.
“ eh,kania. .bangun loe. Mau roti gak,’’ ujar galang mengagetkanku.
“ apan lagi sih! Pusing nih gue. .,’’ keluhku. Sesaat galang memegang keningku.
“ lho,kok panas lagi sih. Bentar ya,’’ ujar galang. Dia pergi ke depan, entah mau apa. Tak lama dia kembali.
“ bawa apa loe?,’’ tanyaku heran.
“ es batu,buat kompres loe, udah jangan bawel,’’ jawabnya ketus. Dengan cepat galang membungkus es itu dengan kain yang dia punya lalu menaruhnya dikeningku. . “ sini sandarin kepala loe di jendela pake tas gue biar kepala loe gak sakit,” ujar galang.
“ hah!! Gimana caranya? Kaki gue mau dikemanain. Dasar aneh,’’ tanyaku heran.
“ dasar cewek bodoh. Kaki loe lurusin aja. Gini nih. .,’’. galang menarik kakiku dan menaruh diatas pahanya. Aku merasa tak enak karena kakiku diatas.
“ eh. .eh, gak. .gak usah. .jangan deh,’’ ujar ku tak enak.
“ bawel loe!! Ikutin aja kata-kata gue. .,’’ jawabnya jutek. Aku hanya cemberut dan terpaksa mengikuti apa katanya. Dengan sangat lembut dia merawat ku. Perhatiannya sungguh membuat aku terhanyut. Aku tau dia juga sedang sakit, tapi dia masih saja perhatian padaku. Aku merasa kalu memang dia yang tuhan kirim untukku.
“ ga. .galang. .kok loe baik banget sih sama gue? Emang cewek loe gak marah ya?,’’ tanyaku sedikit tak enak.
“ jangan ge-er loe. Gue baik gak ada maksud apa-apa. Loe kan duduk sama gue,masa gue diem aja loe sakit,’’ jawabnya ketus.
“ bukan saat ini aja. Dari kemarin loe selalu bela gue. Tapi loe gak pernah mau nunjukin perhatian loe ke gue secara langsung. Gue bisa rasain itu,’’
“ sok tau deh loe. Kemarin gue mau nolong karena gue ketua panitia, jadi gue yang bertanggung jawab sama semuanya termasuk loe. Jadi jangan ngerasa tersanjung dulu loe,’’ ujar galang sambil terus mengganti kompresan dikepalaku.
“ ye..siapa juga yang tersanjung,apalagi Cuma gara-gara ketua panitia gak jelas,super jutek and belagu kayak loe,’’ keluhku. Galang hanya tersenyum kecut sambil menggelengkan kepala. Jam sudah menunjukan pukul 01.15,hampir setengah perjalanan sudah dilewati. Semuanya terlelap dalam heningnya malam. Hanya aku,galang dan supir bus yang masih terjaga. Sebenarnya mata ini sudah lelah, tapi entah mengapa aku tak ingin melewatkan satu detik pun bersama galang. Karena,ini hari terakhir aku bersamanya. Aku tak tau apa aku masih bisa bertemu galang di kampus..
“ loe gak tidur?,’’ tanya galang. Yang sudah terlihat lelah.
“ ah,gak deh. Gue masih gak ngantuk. Loe sendiri kenapa gak tidur?,’’
“ gue. .gue . .gue juga masih belum ngantuk. Lagi pula gue jagain loe disini. Dasar loe ngerepotin gue terus,’’ keluh galang. Aku hanya melotot ke arahnya, ku turunkan kakiku dari pahanya dan memalingkan wajahku kejendela. . .    “ marah nih ceritanya sama gue. .haha,’’ ledek galang.
“ galaaang. .!!!! ,’’ keluhku sambil mencubit pahanya.
“ aduhh ,,eh,sssttt. . ,’’. Ujar galang menyuruhku diam. Namun wajahnya dekat sekali dengan wajahku. . DUGH!! Jantungku berdegup sangat cepat. Rasanya ada sesuatu yang menggetarkan jantungku saat aku bertatapan seperti ini dengan galang. Mata kamipun bertemu. Sejenak kami terdiam, saling menatap dalam. Entah apa yang ada dipikiranku saat wajah galang sedekat ini. Matanya, sangat membuat ku terhanyut. Dan. .OH MY GOD !! apa yang gue lakuin sama galang barusan!! Dia nyium gue!!! Suasana jadi terasa agak kaku. .
“ e. .e. .sorry ya ni, gak ada maksud gue. .,’’ ucapan galang terhenti saat ku menyuruhnya diam.
“ ya,ngerti kok gue. Mungkin kebawa suasana aja. Tidur gih, gue udah mendingan kok. Gue tau loe juga sakit. Ok,’’ jawabku dengan senyuman tulus untuk galang. Dia pun membalas senyumanku, dengan senyuman teramat manis. .nice. . kamipun mencoba memejamkan mata karena hari sudah sangat larut. Sedikit lagi kami semua sampai dikampus. Galang terbangun. Dia harus membangunkan senior yang lain karena sudah mau sampai. Dia melihatku tertidur, dan berusaha agarku tak terbangun. Dia berdiri perlahan-lahan. .
bro. .bangun!! kita udah mau sampe nih. Cepetan kasih kabar yang lain. Tidur terus loe,’’ ujar galang sambil menepuk pundak raihan yang tertidur disamping sinta.
“ oh,gitu ya. Ok, gue kasih kabar yang lain,’’ jawab raihan yang masih terlihat mengantuk. Semua seniorpun bangun, akhirnya tiba juga dijakarta setelah seharian menempuh perjalanan dari jogja. .
“ hallo. .semuanya,kita udah sampe di jakarta. Gue harap bangun. Beresin barang-barang jangan sampe ada yang ketinggalan. Nanti diluar kita kumpul bentar ya. .gue mau ngecek,’’ ujar galang. Semua mahasiswa pun begegas bangun dan membereskan barang bawaan.
“ kania. .bangun dong. .,’’ ujar galang lembut.
“ hhoooaamm. .emm..udah sampe ya?,’’ tanyaku mencoba bangun dari tidur yang kurang nyaman. Tapi,nyaman kalo disamping galang. .hihi. .
“ ya. .udah,beres-beres sana. Gue keluar bentar,nanti gue balik kesini lagi,’’kata galang mengacak-acak rambutku.
“ tumben gak bentak-bentak gue,’’ ledekku tersenyum lebar. Galang hanya menoleh dan melempar senyum.
“ ciieee. .,’’ teriak sinta dan zahra kompak membuat ku kaget.
“ duh!!, apan sih loe berdua. Kaget nih gue. Jangan ngeledek deh. Ta,handphone gue mati nih. Loe telfon mama sana minta jemput,’’ kataku sambil berberes-beres.
“ e. .e. .gak usah deh. Eh,maksud gue,gak bisa.. handphone gue juga mati,’’ ujar sinta yang terlihat aneh.
“ eh, handphone gue juga mati nih,hehe. .,’’ jawab zahra kompak. Kenapa sih dia berdua kompak banget. .fikirku.
“ terus kita gimana ta? Zahra dijemputnya pake motor. Mana bisa kita nebeng,’’ keluhku.
“ emm. .gimana ya?,’’ tanya sinta bingung. . “ oh ya, tuh galang. .galang. .,’’ teriak sinta memanggil galang. Galang pun ke arah kami.
“ kenapa?,’’ jawabnya santai.
“ gue sama kania bingung nih mau balik sama siapa. Loe bawa mobil kan?,’’ tanya sinta to the point. Aku langsung menginjak kakinya sambil melotot. Tapi sinta hanya tertawa.
“ ya udah,loe beres-beres dulu. Nanti bareng gue,’’ jawab galang cuek lalu pergi begitu saja.
“ ta, loe ngapain minta bareng dia sih? Dia nyebelin gitu loe ajak bareng,’’ keluhku. Seperti tak punya dosa sinta hanya tertawa gak jelas. Aku segera beres-beres dan turun dari bus. Semua mahasiswa kumpul didepan kampus. Galangpun sibuk mengurusi semuanya. Aku dan sinta menunggu galang entah tau kapan selesainya. Setelah cukup lama kami menunggu. .
“ udah beres kan semuanya?,’’ tanya galang. Sinta baru mau menjawab tapi. .
“ loe liat deh sendiri. Gue udah ngantuk banget disuruh nunggu loe yang lamanya minta ampun!!,’’ keluhku.
“ ya itu sih resiko loe. Lagi pula gue ngajak sinta kok,’’ jawab galang ketus. Tentu saja aku naik darah atas jawaban galang.
“ maksud loe,loe gak niat ngajak gue bareng,tapi loe Cuma pengen anter sinta?gitu!! ok,gue balik sendiri!!,’’ aku hendak pergi tapi galang menarik tanganku.
“ eh,jangan marah ni, gue juga pengen anter loe kok, gue bercanda. Sorry ya,’’ jawab galang memelas. Tak ku hiraukan kata-katanya. Kamipun menuju parkiran kampus. Galang memang menitipkan mobilnya disana.
“ ni,loe didepan ya,gue mau tidur. .haha,’’ ledek sinta yang langsung masuk ke belakang. Uugh!! Sinta!! Awas loe ya!! Kesalku dalam hati. Dengan sangat terpaksa aku duduk disamping galang. Aku dan galang saling cuek. Loe emang ganteng. .tapi amit-amit. . nyebelin banget. Awalnya sih loe baik,tapi lama-lama . .eerrgghh!!!. .
“ loe gak boleh tidur. kasih tau lewat mana rumah loe,’’ ujar galang jutek. Kulipat kedua tanganku sambil menatap kesal kearah galang.
“ berarti loe jadi tau dong rumah gue, nyebelin. .,’’
“ lho,ada yang salah? Lagipula kalo emang nantinya gue main,gue bukan nyari loe tapi sinta tau,’’ ketus galang. Apa!! Sinta???!! Sejak kapan????. .
“ hah,si. .sinta? sejak kapan loe jadi akrab sama dia?,’’ tanyaku heran.
“ mau tau aja loe..lewat mana nih?,’’ jawab galang penuh rahasia.
“ ih. .nanti di depan belok kanan. Terus loe tinggal cari BLOK B rumah nomer 29A. gampang kan,’’ jawabku singkat. Galangpun mengikuti apa kataku. Setelah beberapa lama akhirnya sampai juga aku dirumah.
“ Ttiinn. .ttiinn. .,’’ gilang membunyikan klakson agar mbok minah atau pak usman membuka gerbang.
“ ada siapa dirumah loe?,’’ tanya galang.
“ ada nyokap sama mbok minah sama pak usman. Sinta. .bangun udah sampe,’’ akupun keluar dan menunggu didepan gerbang. Tak lama pak usman supir mama membuka gerbang. Galang dan sintapun juga turun. Ku lihat galang seperti sedang menghafal jalan. Mama akhirnya keluar.
“ eh,udah pulang ya,’’ ujar mama langsung memelukku dan sinta.
“ ya mam,kangen deh, haha,’’ ledekku.
“ siapa ini kania?,’’ tanya mama ketika melihat galang. Dengan sopan galang memberi salam kepada mama.
“ saya galang tante,’’
“ oh,teman kuliah kania?eh,masuk dulu ya. Istirahat aja dulu,’’ ajak mama sambil merangkul ku masuk. Sinta langsung menarik tangan galang,galang merasa tak enak karena memang hari sudah malam bahkan mau pagi. Tapi sinta tetap memaksa galang. Kulihat sinta sepertinya sudah akrab sekali dengan galang. Ku tak menghiraukan dan beranjak masuk. Pak usman membantu membawa barang bawaanku yang lumayan banyak.
“ duduk galang. Mbok tolong buatin coklat hangat ya,’’ ujar mama. Mbok pun langsung ke dapur.
“ tante,aku masuk kamar duluan ya,’’ ujar sinta beranjak pergi kekamar.
“ ya deh,kalo gitu mama juga mau istirahat, kania,kamu temenin galang dulu ya,”
“ tapi mam. . ,’’ keluhku.
“ udah,gak apa-apa. Galang,tante masuk dulu ya,’’. Mamapun pergi kekamar. Tinggal aku dan galang saja disini. Mbok minah pun datang membawa coklat hangat.
“ makasih mbok,’’ ujar galang. Dia menatapku jutek.
“ kenapa loe liat gue kayak gitu?,’’ keluhku.
“ dih, siapa juga yang liatin loe. Ngomong-ngomong loe tinggal sama siapa aja?kok sepi ya?,’’ tanya galang sambil meminum coklat hangat.
“ gue tinggal sama nyokap,sinta,mbok minah sama pak usman aja. Kakak gue kuliah dilondon,bokap gue kerja diluar kota jadi gak balik. Kenapa?,’’ tanyaku jutek.
“ jelek loe kalo cemberut. .haha,’’ ledek galang.
“ berarti kalo gak cemberut gue cantik dong. .haha,’’ ledekku.
“ dasar cewek aneh. Eh,gue balik deh. Gak enak udah malem,’’ ujar galang beranjak pergi.
“ ya udah sana, gue juga males nemenin cowok nyebelin kayak loe,’’ ketusku.
“ biar nyebelin tapi loe suka kan?,’’ bisik galang ditelingaku.
“ gak banget loe!! Udah sana pulang!!,’’ kataku sambil mendorong tubuh galang.
“ ya,ya. Jangan dorong-dorong dong!! Gue balik deh,’’. Akupun mengantar galang sampai depan gerbang.
“ a. .ati-ati ya. .,’’ ujarku perlahan.
“ apa,apa, gue gak denger?,’’ ledek galang.
“ HATI-HATI!!,’’ kataku berteriak ditelinga galang.
“ haha. .ya. .bye,’’ kata galang langsung mengacak-acak rambutku dan masuk kedalam mobil. Setelah mobilnya melaju akupun masuk dan segera pergi tidur. mataku sudah tak kuat lagi. Kurebahkan tubuhku kekasur. Sintapun juga sepertinya sudah tertidur. Kamarnya gelap. .
Akhirnya OSPEK selesai juga. Kenangan selama OSPEK tak mungkin aku lupakan. Saat-saat pertemuanku dengan galang yang memang kurang menyenangkan tapi berarti. Galang yang tadinya lembut jadi sedikit jutek,meskipun masih perhatian denganku. Entah mengapa dia jadi cuek dan jutek seperti ini. .OSPEK tak terlupakan. . JJ