Kamis, 12 Januari 2012

Cinta jangan kau pergi. .
(Part#9)
“ terus-terus gimana tuh?,’’ tanya sinta yang bersemangat ketika ku ceritakan kejadianku selama di sleman.
“ ah,loe terus-terus aja. Males ah gue ceritanya sama loe,’’ ujarku. Aku, zahra dan sinta berjalan menuju kantin. Saat kami sedang asik tertawa. .
“ eh, kania, galang berantem tuh sama restu. Seru deh. Cepetan liat,’’ ujar salah seorang temanku yang tiba-tiba menghampiriku.
“ hah!! Be. .berantem? dimana?,’’ tanyaku panik.
“ di dekat danau. Cepetan. .,’’. aku langsung berlari ke danau. Zahra dan sinta setia menemaniku. Sesampainya didanau ku lihat wajah galang dan restu memar dan berdarah. Aku sangat tak suka melihat pemandangan seperti ini.
“ galang!! restu!! Apa-apan sih!!! Jangan berantem gini!!,’’ teriakku sambil memisahkan mereka. Merekapun berenti aku langsung menarik tangan galang menjauh dari keramaian orang yang menonton mereka berantem.
PLLAAKK!! Dengan penuh amarah ku menampar galang. galang terkejut dan terdiam.
“ loe boleh benci gue!! Loe boleh jahat sama gue!! Tapi gak gini galang!!,’’ bentakku sambil menahan tangis. Galang hanya terdiam. . “ kenapa Cuma diem loe!! gue benci sama loe!! gue benci kenapa gue bisa sayang sama orang macem loe!!!!,’’ ujarku langsung berlari meninggalkan galang yang masih terdiam dengan wajah memar. Sinta dan zahra menghampiriku dan berusaha menenangkanku. Tapi sinta tiba-tiba pergi begitu saja,entah mau kemana. Mungkin menghampiri galang.
“ loe tenang dong ni,jangan gini. Gue ngerti kok perasaan loe. sabar ya,’’ ujar zahra menenangkanku. Aku hanya terdiam dan menangis tersedu. Aku memutuskan untuk pergi ke bukit waktu galang pernah mengajakku. Ku pergi dengan mobil yang kubawa. Sambil menangis ku melaju cepat. Sesampainya disana ku berjalan perlahan menuju dataran tertingi. Semilir angin membuat hatiku lebih membaik. Tapi masih saja kejadian tadi tak akan aku lupa. Tiba-tiba galang datang.
“ kania, maafin gue,’’ ujarnya dari belakangku.
“ ngapain loe disini!! Gue benci sama loe!! pergi!!,’’ bentakku sambil memukul-mukul tubuh galang. galang menarik tanganku.
“ ok,loe boleh pukul gue sekuat yang loe mau. Tapi gue gak akan tinggal diem kalo ada yang nyakitin loe ni!!,’’
“ tapi restu baik sama gue lang. kenapa sih loe ganggu hidup gue!! Kenapa loe bisa hadir dihidup dan pikiran gue!! Kenapa gue harus ketemu loe waktu ospek!! Dan kenapa gue. .kenapa gue bisa jatuh cinta sama loe!! ,’’ teriakku sambil memukul galang. kuberusaha untuk berlari namun galang menarik tanganku dan langsung mencium bibirku.
DEG!!  Jantungku berdetak kencang saat galang menciumku. Entah mengapa aku tak kuasa untuk berontak. Tubuhku kaku. Mulutku seakan terkunci. Aku tak bisa berkata-kata. Sesaat aku terdiam dan saat aku tersadar ku dorong tubuhnya dan langsung menamparnya untuk yang kedua kali.
PPLAAAKK!! Ku langsung berlari tak menentu. Sambil menangis aku terus berlari aku tak menyangka ciuman pertamaku ku lakukan dengan galang.
“ gue sayang sama loe kania!!,’’ teriak galang sambil mengejarku. Saat aku berlari tiba-tiba aku dihadang oleh dua orang laki-laki berwajah seram. Aku langsung panik.
“ hai manis. .mau kemana nih?,’’ ujar laki-laki itu menggangguku. Galang, tolong gue. .bisikku dalam hati. Aku menoleh kesana kemari berharap ada yang melihatku,namun sia-sia tak ada satupun orang disana.
“ ma. .mau apa loe!!,’’ bentakku. Mencoba melindungi diri.
“ galak banget sih. Jangan galak gitu, jadi tambah manis deh,’’ ujar laki-laki itu sambil terus menggangguku. Tiba-tiba dia menarikku dan hendak membawaku.
“ lepas. .tolong!! lepasin gue!! Galang!! tolong!!,’’ teriakku. Dengan sekuat tenaga ku mencoba melepaskan diri, namun tenaganya lebih besar. Tiba-tiba. .
BBUUUGH!! Galang menghajar salah seorang laki-laki seram. Aku langsung berlari ke arah galang.
“ loe gak apa-apa?,’’ tanya galang. aku hanya menggelengkan kepala. Namun laki-laki itu mengeluarkan pisau dan hendak menusuk galang.
“ galang awas!!,’’ teriakku. Namun tak ku sangka pisau mendarat ditubuh galang. kedua laki-laki itu langsung berlari pergi. Darah bercucuran dari perut galang. . “ galang!!! galang. .tahan ya, tahan sebentar. .,’’ ujarku panik dan berusaha membawa galang kemobil. Jarak ke mobil cukup jauh. Kulihat wajah galang sudah pucat. Sekuat tenaga ku menggendong tubuh galang. sambil menangis ku tetap membawanya.
“ ka. .kania. .ma. .afin. .gu.. gue. ,’’ ujar galang kesakitan.
“ ya, loe gak usah mikirin hal itu. Loe tahan ya..gue gak mau kehilangan loe. .hiiikss. .,’’ ujarku masih terus menangis. Gue gak mau kehilangan orang yang gue sayang untuk yang keduakalinya. .gue bakal berusaha biar loe selamat galang..bisikku dalam hati. Akhirnya kami sampai dimobil. Dengan perlahan ku masukkan galang ke dalam. Galang terus merintih kesakitan. Dengan cepat aku melaju ke rumah sakit terdekat.
“ galang,tahan ya. .,’’ ujarku makin panik melihat galang yang tak sadarkan diri. Mobil melaju kencang. ku bertanya pada orang-orang rumah sakit terdekat. Sampai juga aku dirumah sakit. Galang langsung dibawa ke UGD. Aku menunggunya di luar. Kuputuskan untuk menelfon sinta.
“ta. .galang masuk rumah sakit. .,’’. sinta langsung meluncur kerumah sakit bersama zahra dan raihan. saat sinta tiba ku langsung memeluknya dan menangis dipundaknya.
“ kenapa bisa gini ni?,’’ tanya sinta panik.
“ ta. .tadi. .galang belain gue yang di ganggu preman ta. Te. .terus galang ditusuk ta. .hikks. .,’’
“ ya udah, loe yang tenang ya. Kita semua pasti berdoa buat galang,’’ ujar sinta menenangkanku. Aku masih menangis dan merasa berdosa.
Tuhan. .jangan kau ambil galang. .aku tak ingin kehilangan orang yang aku cinta untuk kedua kalinya. . kau boleh ambil nyawaku,tapi jangan kau ambil galang dariku. .
Hampir berjam-jam galang di UGD. Dokter tak satupun belum keluar dan memberi kabar. Aku tak tenang. Ku terus melihat keruang UGD.
“ loe kabarin nyokapnya ta. Loe tau kan?,’’ ujarku menahan tangis. Sinta menganggukan kepala dan mencoba menghubungi keluarganya.
“ loe tenang aja. Tadi gue udah telfon nyokapnya kok. katanya dia langsung meluncur kejakarta. Loe tenang ya,’’ ujar sinta.
“ gue gak bisa tenang ta. Galang kayak gini gara-gara gue. Gue juga minta maaf sama loe ya,kalo gue udah buat hubungan loe sama galang berantakan,’’ujarku.
“ haha. .berantakan? oh ya,kayaknya ada yang mesti gue ceritain deh,’’ ujar sinta buat aku bingung.
“ maksud loe? apa yang mau loe ceritain?,’’
“ udah,jangan bawel. Nanti gue cerita dirumah ya,’’jawabnya tersenyum lebar. Tak berapa lama dokter keluar. wajahnya murung,buat aku makin panik.
“ dok,gimana kabarnya galang dok?,’’ tanyaku panik. Dokter menghela nafas.
“ em. .galang koma. Lubang tusukannya cukup dalam. Tapi saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Jadi kita berdoa saja biar galang cepet sembuh. Permisi,’’ ujar dokter langsung pergi dan memindahkan galang. saat galang dikeluarkan dari ruangan tangisku kembali pecah. Aku terus mengikutinya. Sinta dan yang lain berusaha menenangkanku. Sampai akhirnya aku tak kuasa dan jatuh pingsan. Pikiranku benar-benar kacau saat itu. Kenapa masalah bertubi-tubi datang bersamaan. .
Saat kubuka mata. .
“ gue dimana? Kayak dikamar gue ya?,’’ tanyaku bingung.
“ lucu loe ni. Ini emang dirumah loe lagi. Loe sakit ya? Badan loe panas banget. Ni, gue tau loe banyak masalah. Tapi, jangan terlalu mikirin begitu. Pikirin juga kesehatan loe,’’ ujar sinta sambil mengelus-elus rambutku. Sesaat aku teringat galang.
“ ya ampun. .galang ta. .galang !!,’’ ujarku mencoba untuk bangun.
“ eh,loe mau ngapain sih? Udah loe istirahat. Jangan mikirin galang dulu. Mudah-mudahan dia baik-baik aja ya,’’ ujar sinta menahan ku yang masih lemas.
“ tapi ta,galang jadi kayak gitu gara-gara gue. Gue juga bersalah banget sama loe. maafin gue ya ta. .,’’ ujar ku memeluk sinta.
“ maaf untuk pa ni?,’’
“ ya,maaf. Gue. .gue. .galang. .,’’ aku tak bisa meneruskan kata-kataku. Karena aku benar-benar tak enak.
“ ya apa? Loe sama galang kenapa? Yang jelas dong,’’ ujar sinta yang makin bingung.
“ gue. .galang. .e. .galang pernah nyium gue ta. .sorry ta gue gak ada maksud,’’
“ hah!! Kapan?,’’ tanya sinta kaget.
“ maaf banget ta. .” ujarku terus memeluk sinta.
“ aduh. .jangan gini dong. Jujur sama gue, atau gue marah sama loe,’’
“ ya, sebelum galang ditusuk. Galang nyium gue ta. Karena gue marah banget sama dia gara-gara dia berantem waktu dikampus. Maaf ya ta kalo gue kayak gitu,’’ keluhku.
“ haha. .kenapa loe mesti minta maaf sama gue kania?,’’
“ kok loe ketawa sih? Loe kan. . ,’’
“ loe pasti ngira gue jadian ya sama galang?,’’
“ ya, itu bener kan? Loe emang pacaran sama galang?,’’ tanyaku bingung karena sinta terus tertawa tanpa memberi penjelasan.
“ haha. .kania. .kania. .loe itu terlalu lugu apa emang loe bodoh ya. .haha. gue sama galang gak pernah jadian kok. pacar gue kan raihan. gue sama galang sengaja kayak gitu. Galang yang nyuruh gue. Katanya biar dia tau perasaan loe kayak apa ke dia.ternyata bener,loe cemburu,’’ ujar sinta membuat aku terkejut. Aku terdiam dan meneteskan air mata. .
“ kenapa loe nangis?,’’ tanya sinta yang bingung karena aku jadi menangis.
“ berarti gue udah jahat banget ta sama dia. gue udah buat dia kecewa ta. Tapi kenapa dia jutek sama gue. .,’’
“ aduh, jangan nangis gitu ah. Galang itu sayang banget ni sama loe. dia kecewa banget waktu loe deket sama desta,makanya dia jadi jutek begitu karena dia kira loe suka sama desta. Mungkin biar loe gak tau kalo dia suka sama loe , makanya dia jadi ngerubah sikapnya gitu,’’
“ terus,kenapa dia mukul restu dikampus. Gue marah karena itu ta. Restu gak salah apa-apa. .,’’
“ galang itu gak suka loe deket sama restu. Restu playboy ni. Gue saksinya. Waktu gue jalan sama galang,gue liat dia jalan sama cewek. Dan itu gak Cuma sekali,tapi dua kali. Udah gitu ceweknya ganti-ganti. Makanya galang marah sama dia. galang rela kok kalo emang loe mau deket sama cowok lain asalkan jangan restu. Galang Cuma gak mau loe disakitin restu ni. .,’’ ujar sinta memberiku penjelasan. Aku makin merasa bersalah sama galang. tangisku semakin pecah. Sinta berusaha menenangkanku.
“ gue jahat ya ta. .hikks. .,’’
“ gak,loe itu baik kok. loe Cuma gak tau aja yang bener gimana. Loe Cuma cepet nilai orang. Kalo galang sembuh loe harus minta maaf ya. Janji akan terima cinta galang, karena gue tau loe berdua sama-sama cinta. Loe tau gak waktu kita baru balik dari ospek, sebenernya handphone gue gak mati lagi, zahra juga sama. Kita Cuma ngerjain loe biar loe tambah deket sama galang, and Loe juga tau gak kenapa waktu loe tidur di bus posisi loe jadi berubah?,’’
“ ke. .kenapa?,’’ tanyaku bingung.
“ itu gue yang nyuruh raihan buat ngerjain loe berdua. .haha. .and loe tau barang yang galang kasih ke gue, itu juga buat loe ni,’’
“ hah!! Bu. .buat gue? Jahat loe ta. .,’’ ujarku memukul sinta.
“ haha. .tadinya galang mau kasih langsung ke loe,tapi waktu dia liat loe sama restu jadinya gak jadi deh. Nih kalung buat loe. dari orang tersayang. .haha,’’ ledek sinta dan langsung menyerahkan hadiah ke aku.
“ kita kerumah sakit yuk ta,’’ ajakku. Sinta hanya menganggukan kepala. Kami langsung meluncur ke rumah sakit di temani raihan. sesampainya dirumah sakit. .
“ tante,kabarnya galang gimana?,’’ tanya raihan yang mengenali orang tua galang. oh, jadi ini mamanya galang. .bisikku dalam hati.
“ ya begitu nak. Ini siapa ya?,’’ tanya mamanya  galang sambil menyapaku.
“ aku kania tante,ini sinta sepupuku,’’ jawabku sambil tersenyum.
“ oh kania. Pacarnya raihan ya?,’’
“ ah, bu. .bukan tante, tapi sinta pacarnya raihan..,’’ jawabku sedikit gugup. Sinta dan raihan tersipu malu.
“ oh,gitu ya. .,’’ ujar mamanya galang tersenyum.
“ tante, aku boleh nemuin galang?,’’ tanyaku sedikit takut.
“ boleh kok sayang,boleh,’’ ujar mamanya galang tersenyum hangat padaku. Aku langsung masuk kedalam dan disana kulihat galang yang tak berdaya. Galang yang selalu jutek padaku, galang yang mebelaku dan jadi pahlawan cintaku, kini tubuhnya tak berdaya. Ku coba untuk menahan tangis tapi tak mampu.
“ Kenapa jadi gini galang. .maafin gue. .gue udah salah banget sama loe. loe harus berjuang ya demi gue. .gue disini buat loe galang,’’ ujarku menangis tersedu dihadapan galang yang tak berdaya. Ku duduk disamping galang. ku pandangi wajahnya dalam.Galang yang ku kenal sangat sombong dan jutek tapi saat ini dia terbujur tak berdaya dihadapanku. Sulit aku menerima ini semua,namun aku berusaha tegar dihadapannya meskipun dia tak tau.
setiap hari aku datang kerumah sakit untuk menemui galang,namun kondisinya tak mengalami perubahan sedikitpun. Ku coba menghiburnya semampuku,berharap dia membuka matanya atau sekedar menggerakan tangan atau jemarinya. Tapi itu semua tak kunjung datang, keadaannya pun makin melemah,semua orang makin panik. Dan dokter menyarankan agar galang ditangani oleh rumah sakit yang lebih canggih.
“ kayaknya tante akan bawa galang ke singapure kania, dokter disana lebih hebat dan alat-alatnyapun lebih canggih. Apa kamu mau nunggu galang kania?,’’ ujar mamanya galang.
“ ya tante, apapun kania lakuin untuk galang. kania gak mau kehilangan galang tante,’’ ujarku menahan tangis. Sinta dan raihan masih setia disampingku.
“ kalo gitu secepatnya tante bakal bawa galang. semuanya doa buat galang ya,’’
“ tenang aja tante, kita semua sayang kok sama galang. kita semua mau galang cepet sembuh,’’ ujar sinta mengamini. Aku makin tak berdaya. Semuanya ada dipikiranku.
Galang bakal pergi ninggalin gue, entah sampe kapan gue harus nunggu dia. .apa nanti dia masih inget gue? Mungkin gue bakal kehilangan cinta gue lagi. .cinta gue mungkin bakal pergi dan gak akan kembali. .
Keluarga galang menyiapkan semua keperluan galang disana. Dan dihari-hari terakhir ini,ku gunakan untuk melihat wajahnya yang pasti akan aku rindukan.
“ tante, kania nitip ini ya buat galang,’’ ujarku sambil memberikan sebuah kalung yang sama denganku.
“ oh, pasti tante bakal kasih ini ke galang. kalo gitu tante pamit ya kania, salam aja buat mama kamu dari tante. Semoga papa kamu juga cepat sembuh ya. Semuanya, tante pamit ya. .,’’ ujar tante yang segera berangkat ke singapure. Kami semua mengantar galang ke bandara. Air mata menetes mengiringi kepergian galang. aku lemah, sangat lemah. Namun aku berusaha kuat untuk galang. mungkin galang juga sedang berjuang untukku.
“ sabar ya ni. Jangan sedih gitu dong, gue jadi ikut sedih tau. loe tenang aja,cinta loe gak akan pergi lagi kok. percaya deh sama gue. .,’’ ujar sinta membuat ku sedikit tenang. Pesawat yang ditumpangi galang pun lepas landas. Kupandangi dari jauh.
Selamat jalan cintaku. Dirimu akan selalu aku kenang dan dengan setia aku akan menunggumu kembali. Karena hatiku hanya untukmu dan hatimu hanya untukku. .selamanya. .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar